Irjen Pol Boy Rafli Amar Dicecar Habis-habisan Oleh Kapolri Tito Karnavian dengan 5 Pertanyaan Tajam

Di sidang, Kapolri Tito Karnavian Cecar Habis-habisan Irjen Pol Boy Rafli Amar dengan 5 Pertanyaan Tajam

Irjen Pol Boy Rafli Amar Dicecar Habis-habisan Oleh Kapolri Tito Karnavian dengan 5 Pertanyaan Tajam
ANTARA FOTO/Indrianto Suwarso
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Asops Irjen Pol Martuani Sormin 

Jor-joran me-menej media hingga opini publik terbentuk lalu imej polri jadi baik atau lebih penting reformasi internal Polri supaya lebih baik, mana yang lebih penting.

Penelitian Kompas sempat menyampaikan bahwa perbaikan Polri karena manajemen medianya, reformasi birokrasinya belum berubah atau belum banyak berubah," ujar Tito.

Pertanyaan Tito selanjutnya pada Boy Rafli Amar, terkait dikotomi antara sosial media dengan media konvensional.

Apakah pertarungan keduanya sudah selesai atau belum.

‎Kemudian pertanyaan selanjutnya yakni soal bagaimana mengelola media sosial.

"Selama pilpres Polri capek juga hoaxnya banyak banget. Jadi, apakah Undang-undang ITE sudah cukup atau harus lebih keras lagi," ujar Tito.

Boy menjawab semua pertanyaan tersebut.

"Landasan idiil kita adalah Pancasila.

Namun demikian, globalisasi hari ini mengarah pada liberal. Kalau mengacu pada Pancasila, kita tidak bisa one man one vote, tapi keterwakilan.

Oleh karenanya, demokrasi liberal ini perlu diimbangi oleh prinsip-prinsip Pancasila," ujar Boy.

Boy melanjutkan, saat ini publik terjebak dengan pemikiran sesat apalagi dengan konten berita hoax di media sosial dan anti Pancasila.

Soal pertanyaan penting mana manajemen media untuk membangun opini publik positif atau reformasi Polri, Boy berpendapat keduanya sama pentingnya.

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved