MIRIS! Kabur dari Korut karena Kemiskinan, Ibu dan Anak Meninggal Kelaparan di Korsel

Wanita 42 tahun yang hanya disebut bernama Han bersama anaknya ditemukan membusuk di apartemen sewaan mereka di barat daya Seoul karena mati kelaparan

MIRIS! Kabur dari Korut karena Kemiskinan, Ibu dan Anak Meninggal Kelaparan di Korsel
AP
Pembelot asal Korea Utara di sebuah tempat penampungan di Korsel. Lari dari kemiskinan, namun tak banyak yang beruntung 

"Hal itu juga perlu untuk memeriksa situasi keuangan para pembelot selama di Korea Selatan."

Meskipun menerima kewarganegaraan otomatis dan bantuan untuk perumahan dan kebutuhan dasar, banyak warga Korea Utara berjuang untuk berkembang di Korea Selatan.

Para pembelot ini sulit mendapatkaqn pekerjaan karena di negara itu, gelar sarjana dianggap sebagai prasyarat untuk pekerjaan dasar tingkat pemula.

Sekitar 32.000 pembelot di Korea Selatan hanya memperoleh upah rata-rata tiga perempat dari gaji rata-rata 2,56 juta won tahun lalu, menurut Korea Hana Foundation, afiliasi dari Kementerian Unifikasi.

Selain itu, rakyat Korera Utara yang selama ini dielu-elukan sebagai saudara oleh masyarakat Korsel, pada kenyataannya tidak seperti yang dikatakan.

Mereka sering terisolasi sebagai orang luar bahkan dicurigai sebagai mata-mata komunis.

Lebih dari setengah pembelot telah melaporkan diskriminasi yang mereka derita dalam sebuah laporan tahun 2015 oleh Kementerian Unifikasi.

Laporan itu juga menemukan bahwa mereka memiliki tingkat bunuh diri tiga kali lebih tinggi daripada populasi umum.

"Saya sangat sadar diri dengan aksen Korea Utara saya ketika saya tiba di sini," kata Ken Eom, seorang mantan perwira militer Korea Utara yang membelot pada tahun 2010. "Sebagian besar pembelot Korea Utara sedang berjuang sekarang."

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved