Antar Kekasih Pulang, Tangan Dedi Patah Ditebas Pakai Samurai oleh Komplotan Begal
Aksi begal sadis kembali beraksi. Kali ini begal menggunakan samurai dalam beraksi
Antar Kekasih Pulang, Tangan Dedi Patah Ditebas Pakai Samurai oleh Komplotan Begal
TRIBUNBATAM.id - Aksi begal sadis kembali beraksi. Kali ini begal menggunakan samurai dalam beraksi.
Malang dialami Dedi Kurniawan (18), dirinya sudah menjadi korban kekerasan pelaku begal.
Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Warga Jalan Gubernur HA Bastari Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring ini mengaku anaknya sudah menjadi korban begal yang dilakukan tiga orang pelaku.
• Todong Ibu Hamil, Begal Sadis Lepaskan Tembakan, Wajah dan Nama Pelaku Dikenali Korban
• Begal Sadis Arahkan Pistolnya ke Polisi Ancam Mati Kamu, Abdul Lahab TEWAS 4 Hari Kemudian
Dimana peristiwa itu terjadi, saat Dedi hendak mengantar pulang ke kasihnya, di Jalan Ahmad Yani depan Kampus Bina Darma, Sabtu (17/8) pukul 01.00 WIB.
"Saat kejadian, anak saya hendak mengatar Putri pulang ke rumahnya di kawasan 7 ulu dengan mengendari sepada motor," ungkap Kamsiah.
Lalu, ditengah perjalanan, dihadang oleh tiga pelaku yang juga menggunakan sepeda motor, mereka menghadang dan merampas handphone merek Xiomi milik Putri.
"Melihat aksi tersebut, anak saya mencoba menolong dan mempertahankannya, namun ternyata pelaku menebas jari tangan anak saya, dengan menggunakan samurai kecil hingga patah," katanya.
Akibat kejadian ini, Dedi pun harus dilarikan kerumah sakit RS Bari, dan jari tangan kiri bagian tengah patah.
"Saya berharap dengan ada laporan kami, pelaku ini ditangkap dan dihukum pak," harapnya.
Sementara, KA SPKT, AKP Herry, membenarkan adanya laporan korban yang kini masih tahap penyelidikan.
"Benar, laporan sudah kami terima. Anggota piket juga sudah cek lokasi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dan laporan ini segera ditindaklanjuti oleh unit Tekab 134, Polresta Palembang," ungkapnya.
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Antar Kekasih Pulang, Dedi Ditebas Pakai Samurai
Aksi kekerasan dengan menggunakan Samurai pernah juga menimpa pelajar.
Seorang pria diamankan Polres Padang Pariaman karena melakukan pembunuhan terhadap pelajar pakai pedang di Padang Pariaman.
Tersangka yang berinisial RT (24) tersebut diduga membunuh korbannya dengan cara menebas kepala dan menusuk tubuh korban dengan pedang pada 2017 lalu.
Namun pada Minggu (23/6/2019), polisi berhasil menangkap RT di Sukabumi.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho kepada TribunPadang.com menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika tersangka dan korban saling ejek.
“Saling ejek-mengejek di Fly Over Batang Anai Padang Pariaman," kata Rizki Nugroho, Senin (24/6/2019).
Tak terima dengan ejekan korban, membuat RT emosi sehingga terjadi pembunuhan yang dilakukan dengan menebaskan pedang ke korban yang bernama HA (16).
Menurut Rizki Nugroho, kejadiannya berada di bawah jembatan Fly Over Bandara Internasional Minangkabau, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Ditangkap di Sukabumi
Pelaku yang berinisial RT (24) tersebut diduga membunuh korbannya dengan cara menebas kepala dan menusuk tubuh korban dengan samurai.
Setelah dilakukan pengejaran, Polres Padang Pariaman berhasil menangkap pelaku di Sukabumi.
Pembunuhan yang dilakukan pelaku dilakukan pada tahun 2017 di wilayah hukum Polres Padang Pariaman.
Setelah melancarkan aksinya, pelaku melarikan diri.
Sehingga, RT (24) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Polres Padang Pariaman.
Setelah dua tahun pengejaran, pelaku diketahui berada di Sukabumi.
Polisi mengamankan pelaku pada hari Minggu (23/6/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho membenarkan telah mengamankan seorang DPO kasus pembunuhan.
"Pelaku berinisial RT (24) ditangkap atas laporan pada tanggal 22 Juni 2017 melakukan pembunuhan,” ujarnya, Senin (24/6/2019).
Korban tewas berinisial HA (16), seorang pelajar yang beralamat di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, bahwa TKP kejadian pembunuhan berada di bawah jembatan Flyover Bandara Internasional Minangkabau, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
"Hasil lidik dari Tim Halilintar Polres Padang Pariaman terhadap pelaku mendapatkan keberadaanya di daerah Sukabumi.
Setelah itu tim langsung berangkat menuju Sukabumi, sehingga dapat mengamankan pelaku pada Minggu 23 Juni 2019 sekira pukul 20.00 WIB," katanya.
Ia mengatakan, pada saat itu RT sedang berada di kos-kosan di Jalan Limusnunggal, Kampung Cibungur, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.
Sebelum dibawa ke Padang Pariaman, pelaku diamankan di Polresta Sukabumi.
"Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah menebas kepala korban satu kali dengan samurai, dan menusuk badan korban sebanyak dua kali hingga korban meninggal dunia. (***)
Artikel ini telah tayang di Tribunpadang.com dengan judul Polisi Ungkap Motif Pria Bunuh Pelajar Pakai Pedang di Padang Pariaman