DEMO HONG KONG

Ribuan Pasukan Payung Kembali Padati Victoria Park Hong Kong. Polisi Hindari Bentrok

Demonstrasi digelar di Victoria Park di Causeway Bay, Minggu sore dan saat berita ini diturunkan masih berlangsung. Namun jumlahnya tak sesuai target

Ribuan Pasukan Payung Kembali Padati Victoria Park Hong Kong. Polisi Hindari Bentrok
South China Morning Post
Suasana demo Hong Kong di Causeway Bay, Minggu (18/8/2019) menjelang malam. 

Aksi demo mendukung demonstran meluas setelah seorang wanita menderita luka dalam bentrokan yang terjadi di Tsim Sha Tsui, Minggu lalu, diduga akibat tembakan peluru kacang oleh polisi.

Aksi tersebut menyulut kemarahan pendemo sehingga mereka memblokir Bandara Internasional Hong Kong selama dua hari sehingga membuat ratusan penerbangan dihentikan selama dua hari.

Namun, aksi tersebut menimbulkan kecaman karena pendemo menghalangi penumpang yang tidak hanya kepayahan dengan barang bawaan mereka menerobos pendemo, tetapi juga dihalang-halangi.

Siapkan Demo Besar-besaran

Petugas mengevakuasi seorang wanita yang terluka di bagian mata akibat demo Minggu (AFP)

“Semua protes terjadi karena Kepala Eksekutif Carrie Lam Cheng Yuet-ngor menolak untuk mendengarkan suara publik. Sekarang, dia memanggil kita perusuh,” kata Sham.

Pawai hari Minggu akan mendesak pemerintah untuk menghentikan "kebrutalan polisi" dan menyelidiki "kolusi antara pasukan dan triad".

Ada lima tuntutan lainnya, termasuk penarikan penuh RUU ekstradisi dan penyelidikan independen terhadap dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan polisi.

Penyelenggara demo lain yang juga berencana menggelar kegiatan di Kwai Tsing pada hari Minggu, menyatakan menunda aksi seminggu lagi. 

Polisi sendiri mengatakan kepada penyelenggara pawai lain di Hung Hom, Sabtu depan, bahwa mereka tidak mungkin untuk mendapatkan lampu hijau.

Pasalnya, aksi demonstrasi dalam dua bulan terakhir sudah berubah pada isu politik yang lebih sensitif dan melakukan provokasi pada aparat keamanan untuk betindak represif.

Polisi mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan tindakan keras jika pendemo berhenti menyerang kantor polisi dan memblokade stasiun serta melakukan perusakan.

Blokade Bandara 

Para demonstran Hong Kong menghalangi celon penumpang di Bandara Internasional Hong Kong, Selasa (13/8/2019).
Para demonstran Hong Kong menghalangi celon penumpang di Bandara Internasional Hong Kong, Selasa (13/8/2019). (South China Morning Post)

Wanita korban kerusuhan yang terluka menjadi alat baru bagi pendemo untuk menyudutkan polisi dalam dua hari terakhir di Bandara Internasional Hong Kong.

Setelah membatalkan seluruh penerbangan, Senin sore, para pengunjuk rasa anti-pemerintah kembali ke Bandara Internasional Hong Kong, Selasa (13/8/2019) siang. Aksi mereka bahkan membuat kesal penumpang pesawat.

Jika sehari sebelumnya para penumpang masih bisa mengakses area keberangkatan, kini para pendemo melakukan aksi duduk dan menghalangi para penumpang.

Ratusan demonstran menempati area di sekitar gang-gang check-in mulai pukul 14:30 dan gerbang keberangkatan dalam eskalasi protes mereka, sementara sekitar 1.000 orang tetap berada di bagian kedatangan.

Mereka meneriakkan "Stand with Hong Kong, stand for freedom" di antara parea penumpang yang kesal karena jalannya menuju aral keberangkatan pesawat dihalang-halangi.

Seorang wanita terlihat marah sat berusaha menerobos pemrotes menuju gerbang keberangkatan Terminal 1.

Wanita itu marah karena jalannya diblokir oleh pengunjuk rasa sampai akhirnya staf bandara masuk dan membantu wanita itu.

"Kami membayar uang ke negara Anda, tetapi Anda melakukan ini kepada kami ... Kami tidak akan pernah datang ke sini lagi!" teriak wanita itu kesal.

Seorang turis yang gagal terbang di Bandara Internasional Hong Kong setelah aksi demonstrasi yang melumpuhkan penerbangan, Senin (12/8/2019).
Seorang turis yang gagal terbang di Bandara Internasional Hong Kong setelah aksi demonstrasi yang melumpuhkan penerbangan, Senin (12/8/2019). (South China Morning Post)

Penumpang lain mengatakan bahwa jika tujuan para demonstran ingin mendapat simpati internasional, cara yang dilakukan justru akan mengesankan sebaliknya, "Kalian hanya merusak reputasi Hong Kong," katanya kesal.

Otoritas Bandara mengatakan, sejumlah pesawat yang dibatalkan pada Senin, diterbangkan pada malam hingga pagi, saat pendemo pulang.

Selain menduduki bandara, demonstran sepertinya ingin memboikot seluruh penerbangan karena stasiun MRT menuju bandara juga diblokir oleh mereka.

Hong Kong Menuju Jurang Kematian

Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam Cheng Yuet-ngor kembali memperingatkan para demonstran bahwa mereka mendorong kota itu “ke dalam jurang kematian”.

Carrie Lam Cheng Yuet-ngor kembali tampil di depan media, Selasa (13/8/2019) dan sambil menangis mengatakan bahwa aksi massa yang menduduki Bandara Internasional Hong Kong, hanya akan menghancurkan korta itu.

Carrie Lam yang diperangi pendemo dalam dua setengah bulan ini mengatakan, pembatalan semua penerbangan, Senin, pengepungan kantor polisi dan memblokade jalan-jalan umum, membuat kota itu tidak lagi aman dalam persepsi dunia internasional.

Dia bertanya kepada pengunjuk rasa, apakah mereka ingin "mendorong Hong Kong ke jurang kematian?"

Dalam seruan langsung kepada demonstran, dia berkata: "Mari kita mengesampingkan perbedaan dan menghabiskan satu menit untuk melihat kota dan rumah kita. Bisakah kita menahan diri untuk tidak mendorongnya ke dalam jurang di mana semuanya akan binasa?"

Carrie Lam mengatakan, tidak ada yang diuntungkan dalam aksi selama ini karena yang dilakukan demonstran hanyalah menentang supremasi hukum.

Carrie Lam (SCMP)

"Kita perlu menentang kekerasan dan mempertahankan supremasi hukum ... Ketika semua ini tenang, kita akan mulai melakukan dialog yang tulus dan membangun kembali keharmonisan Hong Kong," katanya.

Lam mengatakan dia khawatir dengan citra internasional kota itu.

"Dari apa yang terjadi dalam seminggu terakhir, saya khawatir reputasi Hong Kong yang dikenal aman dan menghormati aturan hukum, berubah ke dalam (situasi) yang sangat berbahaya," katanya. "Hong Kong adalah kota yang terbuka, bebas, inklusif, dan stabil secara ekonomi. Kini semuanya menderita," katanya.

"Tidak perlu bagi saya untuk menguraikan betapa pentingnya bandara internasional bagi Hong Kong. Setiap hari, banyak penduduk keluar dan kembali ke kota, banyak turis dan pebisnis menggunakan transportasi ini."

Menanggapi wartawan, Carrie Lam mengesampingkan pertanyaan tentang apakah dia akan mengundurkan diri.

"Saya, sebagai kepala eksekutif akan bertanggung jawab untuk membangun kembali ekonomi Hong Kong, untuk terlibat seluas mungkin, untuk mendengarkan sebanyak mungkin keluhan rakyat saya, dan mencoba membantu Hong Kong bergerak maju," katanya.

 "Itu adalah komitmen politik saya yang sangat serius dan tanggung jawab saya kepada orang-orang Hong Kong pada saat ini."
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved