Genjot Pajak Tahun 2020, Pemerintah Siapkan 7 Styrategi, Termasuk Kejar Pedagang di Media Sosial

Pemerintah mengejar pajak perdagangan online tidak hanya berhenti diplatform e-commmerce tetapi juga akan mengejar pelaku usaha di media sosia

Genjot Pajak Tahun 2020, Pemerintah Siapkan 7 Styrategi, Termasuk Kejar Pedagang di Media Sosial
KOMPAS.com/YOGA SUKMANA
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Untuk menggenjot penerimaan dari sektor pajak tahun 2020,  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan tujuh poin kebijakan perpajakan.

Pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan sebanyak Rp 1.861,8 triliun di akhir tahun 2020.

Angka ini lebih tinggi dari outlook penerimaan pajak 2019 sebesar Rp 1.643,1triliun.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tax ratio berada di level 11,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), naik jika dibandingkan dengan outlook 2019 yakni 11,1% terhadap PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan optimalisasi penerimaan negara akan disertai reformasi di bidang perpajakan dalam rangka mendukung perekonomian dan dunia usaha.

Pertama, meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Kedua, perbaikan kualitas pelayanan, penyuluhan, dan pengawasan melalui penguatan sistem IT dan administrasi perpajakan.

Ketiga, menyetarakan level playing field. Keempat, perbaikan proses bisnis khususnya dalam hal restitusi pajak pertambahan nilai (PPN). 

Kelima, implementasi keterbukaan informasi perpajakan (AEoI). 

Keenam, ekstensifikasi barang kena cukai. Ketujuh, penyesuaian tarif cukai hasil tembakau.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, upaya pemerintah mulai mengejar pajak dari perdagangan online tidak hanya berhenti diplatform e-commmerce tetapi juga akan mengejar pajak para pelaku usaha di media sosial.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved