Senin, 1 Juni 2026

HEADLINE TRIBUN BATAM

Paska Serangan ke Polsek Wonokromo: Tangkap Siapa pun yang Terlibat

Kondisi kesehatan Aiptu Agus Sumarsono, anggota Polsek Wonokromo Surabaya, korban penyerangan terduga teroris terus membaik, Minggu (18/8).

Tayang:
wahyu
halaman 01 TB 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kondisi kesehatan Aiptu Agus Sumarsono, anggota Polsek Wonokromo Surabaya, korban penyerangan terduga teroris terus membaik, Minggu (18/8). Hari Sabtu (17/8), Agus sempat menjalani operasi selama 5 jam.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan, korban menjalani operasi penutupan luka selama 5 jam sejak Sabtu (17/8) pukul 20.00 WIB hingga Minggu (18/8) dini hari pukul 01.00 WIB.

"Korban sempat dirawat di Rumah Sakit RKZ Surabaya lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim," terangnya, Minggu (18/8) malam.

Usai operasi, lanjut Barung, kondisi Aiptu Agus Sumarsono terus membaik. "Responnya bagus, namun belum bisa bicara karena luka di bagian pipi masih baru ditutup," jelasnya.

Aiptu Agus Sumarsono menjadi korban serangan membabi buta terduga teroris berinisial IM (30), pada Sabtu sore di SPKT Polsek Wonokromo. Pelaku semula berpura-pura akan melapor, namun tiba-tiba menyerang dengan senjata tajam.

Agus Sumarsono lantas berteriak meminta tolong rekannya dan pelaku pun dapat dilumpuhkan. Atas serangan tersebut, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka di bagian tangan, kepala bagian belakang, dan pipi kiri.

Pasca Penyerangan Kantor Polsek Wonokromo, Kapolres Bintan: Siaga Pengamanan dan Waspada

Video Detik-detik Aiptu Agus Sumarsono Diserang Orang Diduga Simpatisan ISIS di Polsek Wonokromo

Identitas Penyerang Anggota Polisi di Polsek Wonokromo Terungkap, Ditemukan Senjata dan Lambang ISIS

Sementara, Briptu Febian yang ikut melumpuhkan pelaku mengalami luka lebam di wajahnya. Polisi mengamankan tas pelaku penyerangan tersebut. Dalam tas pelaku, polisi menemukan sejumlah benda, seperti senjata tajam, ketapel dengan peluru kelereng, air soft gun, makanan, dan kertas yang dipenuhi banyak logo ISIS.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan IM (30), tersangka kasus penyerangan polisi di Polsek Wonokromo, Jawa Timur terkena self radicalization. Pelaku menurut Tito terkena paparan paham radikal melalui materi yang didaptkan sendiri melalui internet.

"Sementara info saya dapat dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini terkena self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena lihat online, dari gadget internet," ujar Tito di kediaman Ketua DPD, Oesman Sapta Odang Jalan Karang Asem, Setiabudi, Jakarta, Minggu, (18/8).

Pelaku yang kini diperiksa di Densus 88, mengikuti kajian radikal yang ia dapatkan melalui media online. Kajian yang diikutinya itu memunculkan pemahaman jihad dengan menyerang polisi karena dianggap kafir harbi.

"Karena (polisi) sering lakukan penegakan hukum kepada mereka sehingga bagi dia melakukan serangan kepada kepolisian bisa dapat pahala menurut versi yang bersangkutan," ujarnya.

Menyusul kejadian di Polsek Wonokromo, lanjut Kapolri, pihaknya akan mengevaluasi sistem keamanan di setiap kantor polisi, baik itu ditingkatkan Polsek, Polres, maupun Polda.

Evaluasi dilakukan setelah adanya penyerangan di Polsek Wonokromo, Jawa Timur oleh tersangka terorisme berinisial IM.

"Kita evaluasi sistem keamanan Polres Polsek termasuk Polda, karena Polda Riau pernah diserang," kata Tito.

Tito mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mengembangkan kasus penyerangan Polsek Wonokromo. Menurutnya siapapun yang terkait penyerangan anggota polisi tersebut akan diburu petugas.

"Kita akan kembangkan terus kita akan tangkap siapapun yang terlibat," katanya.

Bila pelaku terkait dengan jaringan terorisme, maka menurut mantan Kepala BNPT itu, jaringannya akan dibersihkan.

"UU baru nomor 5 tahun 2008 memberikan kekuatan cukup besar kepada penagak hukum, kepada negara untuk menangani jaringan terorisme," ujar Kapolri.

Aiptu Agus Sumarsono korban penyerangan di Polsek Wonokromo Jawa Timur saat ini sedang mendapatkan perawatan. Tito telah merekomendasikan Agus mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.

"Anggota juga kita beri perawatan saya sudah menyampaikan untuk diberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota," kata Tito Karnavian.

Sementara itu untuk pelaku berinisial IM, menurut Tito masih diperiksa intensif oleh Densus 88 setelah sempat dilumpuhkan usai menyerang Agus.

"Yang bersangkutan ditembak di tempat tapi tidak di bagian mematikan," kata mantan Kapolda Papua itu.

Khofifah Jenguk

Gubernur Jawa Timur. Khofifah Indar Parawansa menjenguk Aiptu Agus Sumartono, personel Polsek Wonokromo Surabaya yang menjadi korban pembacokan oleh IM (30).

Khofifah yang didampingi Sekdaprov Jawa Timur dan Wakapolda Jawa Timur, menengok Aiptu Agus di salah satu kamar di RS Bhayangkara, Surabaya.

Begitu tiba di ruang inap tersebut, Khofifah segera disambut oleh Istri Aiptu Agus Sumartono, Chairiyah. Anak kedua dari Aiptu Sumartono, Hanif Jabbar juga tampak menunggui sang ayah di ruang tunggu kamar inap tersebut.

Sedangkan kondisi Aiptu Agus Sumartono sendiri tampak lemah. Kepalanya dibalut perban. Tepatnya di bagian kening dan juga bagian belakang. Selain itu di bagian pipi kirinya juga ditutup kain perban.

Saat Khofifah membesuknya, polisi yang bertugas di Polsek Wonokromo tersebut tak bicara. Tim dokter dari RS Bhayangkara yang lebih banyak menjawab.

"Bagaimana kondisinya bapak? Ternyata kemarin itu sore ya kejadiannya?" kata Khofifah.

Beberapa kali saat diajak dialog oleh Khofifah, Aiptu Agus Sumartono hanya menjawab dengan isyarat mengangguk atau menggelengkan kepala. Tidak ada kalimat yang keluar dari mulutnya.

Sehingga yang menjawab pertanyaan Khofifah hanya dokter dan istri dari Aiptu Agus Sumartono, Chairiyah. "Yang parah kepalanya? Tapi tangannya bagaimana pak, lukanya bagaimana?" tanya Khofifah.

Aiptu Agus Sumartono sempat mengangkat tangannya beberapa derajat yang dibalut perban berwarna cokelat. Bergantian ia angkat tangannya baik kanan dan kiri untuk menunjukkan kondisinya.

Khofifah lalu mengajak dialog sang istri.

Ia meminta agar istrinya menguatkan suaminya. Ia minta agar Chairiyah kuat dan bersabar.

"Enggal Sae nggih bapak (segera sembuh ya bapak). Ibu juga begitu. Yang sabar, yang kuat, dan menguatkan sang suami nggih," ucap Khofifah..(tribunnetwork/fik/wly)

10 Polisi Berjaga di Depan Mapolsek

USAI diserang terduga teroris IM, Sabtu (17/8) sore, situasi terkini Mapolsek Wonokromo Kota Surabaya tampak lengang pada Minggu (18/8). Tidak banyak aktivitas yang berlangsung di Mapolsek Wonokromo.

Ada sedikitnya 10 orang anggota Polisi yang tampak duduk di bawah tenda berdekatan dengan pintu pagar utama. Tak semua anggota polisi di sana mengenakan seragam lengkap, beberapa di antaranya tampak mengenakan pakaian sipil.

Dari kesepuluh anggota polisi itu tampak Kapolsek Wonokromo AKP Christoper Lebang. Ia mengenakan pakaian seragam, tampak memegang HT, dan turut dalam penjagaan bersama kesembilan anggotanya.

Tidak banyak yang bisa ia sampaikan terkait insiden penyerangan semalam. Semua informasi yang berkaitan dengan insiden penyerangan semalam secara resmi sudah dilimpahkan ke pihak Polda Jatim dan Densus 88 Mabes Polri.

Ia mengaku hanya bisa memberikan informasi terkait situasi terkini di Mapolsek Wonokromo. Lebang mengungkapkan, sejauh ini situasi di Mapolseknya terbilang aman dan terkendali.

Dan, pelayanan di SPKT tetap normal seperti biasanya. "Kami normal semua pelayanan kami masih seperti biasanya, silahkan kalau mau masuk," ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya hanya memaksimalkan pengamanan di markasnya dengan anggota polisi yang terdaftar di Polsek Wonokoromo.

"Kami rutinitas seperti biasa. Penambahan yang berjaga hanya anggota mapolsek," ujarnya.

Bahkan di halaman utama Mapolsek Wonokromo, tampak beberapa Anggota Mapolsek Wonokromo beserta Kapolseknya menata tata letak sepeda kayuh berwarna merah yang terpakir di depan pintu utama Mapolsek Wonokromo.

Lebang mengatakan, sepeda kayuh itu hanya dipindahkan agar tampilan luar di depan Gedung Mapolsek tampak sedap dipandang. "Enggak ada aktivitas, cuma dirapihkan saja biar enak dilihat," ujar Lebang.

Sebelumnya, seorang terduga teroris menyerang anggota Polsek Wonokromo Surabaya yang sedang bertugas Sabtu (17/8) sore.

Polisi bernama Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa tersebut.

Kronologi penyerangan yang dihimpun dari Polrestabes Surabaya menyebutkan, awalnya pelaku tiba-tiba masuk ruang SPKT Polsek Wonokromo pukul 16.45 WIB.

Pelaku lalu diterima oleh petugas piket Aiptu Agus Sumarsono karena mengaku akan membuat laporan.

Saat polisi piket sedang menyiapkan berkas laporan, pelaku langsung menyerang dengan senjata tajam

Akibat serangan pelaku, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka di tangan, kepala dan pipi bagian kiri. Karena diserang secara tiba-tiba, Aiptu Agus Sumarsono lantas meminta pertolongan kepada anggota lainnya.

Mendengar teriakan Aiptu Agus, anggota satuan reskrim polsek setempat datang menolong dan sempat memberikan tembakan. Pelaku kemudian dapat dilumpuhkan.

"Pelaku saat ini diperiksa oleh tim Densus 88 karena karena diduga kuat anggota jaringan pelaku terorisme," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Sandi Nugroho, di Mapolsek Wonokromo. (Tribun Network/fik/wly)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved