Persoalan Mantan Karyawan dan Manajemen Hotel Palapa di Karimun Soal Pesangon Belum Tuntas Juga

Permasalahan mantan karyawan dan manajemen Hotel Palapa di Karimun belum menemui titik temu. Pengawas Disnaker Kepri belum bisa keluarkan penetapan.

Persoalan Mantan Karyawan dan Manajemen Hotel Palapa di Karimun Soal Pesangon Belum Tuntas Juga
TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra
Karyawan dan pemilik Hotel Palapa di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menggelar lagi rapat untuk membahas pesangon, Rabu (7/8/2019). Namun, pertemuan itu tetap saja tidak mencapai titik temuan. 
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Permasalahan pesangon mantan pekerja Hotel Palapa di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih belum selesai.
 
Pengawas Ketenagaan Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun masih belum mengeluarkan penetapan terkait hal ini.
 
Sebab, pihak pekerja masih melayangkan pengaduan ke Dinas Tenagakerja Kabupaten Karimun.
 
Koordinator Penyelenggara Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri, Mujarab mengatakan SPAI-FSPMI (Serikat Pekerja Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Kabupaten Karimun yang menaungi pekerja Hotel Palapa telah menyurati pihaknya.
 
"Ada masuk dari Fajar (Ketua SPAI-FSPMI Kabupaten Karimun) meminta kita mengeluarkan penetapan. Kami akan balas surat mereka itu," kata Mujarab.
 
Namun, disampaikan Mujarab terkait permintaan tersebut, pihaknya masih akan menunggu hasil mediasi yang dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karimun.
 
"Setelah kroscek ke kabupaten ternyata mereka (pekerja dan pengelola hotel) masih berselisih.
Aturan mainnya itu kalau mereka masih berselisih kita tidak bisa mengeluarkan penetapan," paparnya.
 
Suasana pengunjung saat menikmati sajian makanan BBQ Sunset oleh King’s Hotel.
Suasana pengunjung saat menikmati sajian makanan BBQ Sunset oleh King’s Hotel. (TRIBUNBATAM/Bella)
 
Ditambahkannya, apabila pekerja tidak puas akan hasil mediasi maka mereka dapat meminta Pengawas untuk mengeluarkan penetapan sesuai dengan undang-undang.
 
"Kami kan ada memang perintah Undang-Undang untuk penetapan itu," jelas Mujarab.
 
Sebelumnya para pekerja mengaku telah menemui pengawas. Namun para pekerja merasa pohak pengawas berpihak kepada pengelola hotel.
 
Menanggapi hal ini, Mujarab membantahnya dengan tegas. Ia menyebutkan pihaknya belum mengambil tindakan lantaran masalah ini masih ditangani Dinas Tenagakerja Kabupaten Karimun.
 
"Kalau kami ini karena proses itu ada di kabupaten. Kita tunggu hasilnya dulu dari sana dulu," tutur Mujarab
 
Sebelumnya diberitakan permasalahan antara pekerja dan pengelola Hotel Palapa mengenai besaran pesangon belum menemui titik temu.
 
Para pekerja meminta agar pihak hotel membayar sebagaimana yang diatur Undang-Undang.
 
Namun, pihak pengelola menyampaikan hanya mampu membayar setengahnya.
 
Hotel Palapa yang berada di Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu sudah tutup pada tanggal 1 Agustus 2019 karena merugi. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved