BATAM TERKINI

PT Foster Hengkang, Kepala BP Batam: Biar Saja! Hilang Satu Datang Seribu

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady mengaku tak ambil pusing soal hengkangnya PT Foster Electronic Indonesia setelah 28 tahun membuka usaha di Batam.

PT Foster Hengkang, Kepala BP Batam: Biar Saja! Hilang Satu Datang Seribu
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi 

Sementara di Batam, pria yang pernah menjabat Staf Khusus Kemenko Perekonomian RI ini menyebut, sumber daya manusia (SDM) yang ada di sini memiliki keterampilan kerja yang mumpuni. Tidak bisa disamakan dengan daerah atau tempat lain, yang menganut upah murah.

"Skill Batam ini hebat-hebat. Kita punya tiga vokasi international certificate. Masa cari tenaga kerja murah di sini," kata Edy.

Dari BP Batam, sebenarnya konsen terhadap tenaga kerja dan nilai tambah tenaga kerja. Bukan soal seberapa banyak jumlah pekerja. Ia lantas membandingkan kalkukasi biaya tenaga kerja yang memiliki nilai tambah, antara Batam-Indonesia dengan Singapura dan Malaysia.

"Di Singapura itu, satu nilai tambah tenaga kerja manufaktur 9.600 US dolar per tahun. Satu orang pekerja industri di Malaysia, 3600 US dolar. Kita di Batam, Indonesia, 800 US dolar per tahun," ujarnya.

Meski begitu, Edy tetap mengajak pihak terkait lainnya, termasuk Pemerintah Daerah untuk menghormati Peraturan Pemerintah No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Supaya investor yang datang ke Batam yakin dan bisa menghitung bisnisnya.

Sebelumnya diberitakan, 28 tahun beroperasi di Batam, PT Foster memilih menghentikan operasional usahanya di Batam, tahun ini. Pihak perusahaan sudah konfirmasi akan pindah ke negara Myanmar. Kewajiban perusahaan dengan tenaga kerja, telah diselesaikan. Pada 2018 lalu, jumlah tenaga kerja di perusahaan yang memproduksi pengeras suara ini tercatat sebanyak 1.166 pekerja.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - PT Foster Electronic Indonesia menghentikan operasinya di Batam tepatnya di kawasan Batamindo Mukakuning setelah selama 28 tahun berada di Batam

Perusahaaan ini dikabarkan akan pindah ke Myanmar. 

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Rudi mengatakan kabar penutupan ini sudah didengar sejak Maret 2019 lalu. Sejumlah karyawan terpaksa harus dirumahkan.

"Sudah dari Maret kemarin kan ditutup dan banyak pekerja kontrak. Udah kosong kan yah," ujar Rudi di Mapolresta Barelang usai menghadiri upacara sertijab Kapolresta, Selasa (20/8/2019).

Halaman
1234
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved