Usai Diperiksa KPK, Tagor Bantah Serahkan Uang ke Nurdin Basirun Untuk Jual Beli Jabatan

Usai diperiksa KPK di Mapolresta Barelang, Kepala Disnakertrans Provinsi Kepri Tagor Napitupulu bantah beri uang ke Nurdin Basirun.

Usai Diperiksa KPK, Tagor Bantah Serahkan Uang ke Nurdin Basirun Untuk Jual Beli Jabatan
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Tagor Napitupulu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama kurang lebih sejam, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri), Tagor Napitupulu keluar dari ruangan Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort (Reskrim Polresta) Barelang Batam.

Tagor yang mengenakan kemeja putih, peci dan celana panjang hitam itu keluar menuju parkiran mobil

"Dari jam sebelas tadi saya di sini," ujar Tagor singkat sembari bergegas pergi, Selasa (20/8/2019).

Selama pemeriksaan, dia mengaku perasaannya santai dan tidak takut sama sekali dalam menjawab setiap pertanyaan KPK.

Mati Listrik Saat KPK Periksa Enam Pejabat Pemprov Kepri di Mapolres Barelang

BREAKING NEWS, KPK Periksa Lagi 5 Kepala Dinas dan 1 Asisten Pemprov Kepri di Mapolresta Batam

Oknum Kejari Yogyakarta Dikabarkan Kena OTT KPK, Ini Penjelasan Kejati DIY

KPK Tangkap Jaksa, Swasta, dan PNS di Jogja, Sita Uang Rp 100 Juta

"Yang ditanya apa tugasmu dan apa saja kerjanya. Itu sajalah. Santai kok ngapai deg-degan," tutur Tagor.

Dia juga membantah terlibat dalam kasus jual beli jabatan.

Bahkan ia menegaskan tak pernah memberikan uang kepada Nurdin.

"Tak ada. Saya tak pernah kasi uang," tegas Tagor.

Tagor Napitupulu Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri
Tagor Napitupulu Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Dia menambahkan sudah menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Kepri sejak zaman mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah.

"Sudah ya. Saya mau pulang," kata Tagor.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus suap yang menjerat Gubernur Kepri Non Aktif, H Nurdin Basirun

Tak hanya mendalami kasus suap reklamasi di kawasan Tanjungpiayu, KPK juga mendalami asal-usul uang miliaran rupiah yang ditemukan di dalam kamar Nurdin Basirun saat melakukan penggeledahan beberapa waktu lalu.

Video Perpisahan Rene Mihelic & Artur Gevorkyan dengan Persib Menyentuh Hati, Hatur Nuhun

5 Tempat Belanja Oleh-oleh Terlengkap di Jepang, Jual Produk Harga Bersahabat

12 Tahun Berpacaran, Dwayne dan Lauren Hashihan Akhirnya Resmi Menikah di Hawaii

Belasan Tahun Bela Semen Padang, Nilmaizar Tolak Selebrasi Berlebihan untuk Persela Lamongan

 

Lembaga anti rasuah tersebut menduga uang miliaran rupiah tersebut berasal dari gratifikasi atau uang yang disetor oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

KPK menduga ada setoran rutin yang dilakukan oleh kepala dinas kepada Nurdin Basirun, saat ini masih ditelusuri apakah ada kaitannya dengan pengisian jabatan tinggi di lingkungan Pemprov Kepri.

"Karena kalau melihat modusnya memang ada sedikit kemiripan dari beberapa kasus jual beli jabatan di sejumlah daerah yang kita tangani selama ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved