BATAM TERKINI

Ingin Ada Agen Migas di Kampus Batam, SKK Migas Siapkan Migas Center di Universitas Ini

SKK Migas bakal menghadirkan Migas Center di Provinsi Kepri, tepatnya di Universitas Putera Batam (UPB).

Ingin Ada Agen Migas di Kampus Batam, SKK Migas Siapkan Migas Center di Universitas Ini
TRIBUNBATAM.id/DEWI HARYATI
SKK Migas menggelar diskusi hulu migas di Hotel Radisson, Batam, Kepri, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - SKK Migas bakal menghadirkan Migas Center di Provinsi Kepri, tepatnya di Universitas Putera Batam (UPB).

Migas Center ini merupakan program kerjasama antara Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Wilayah Sumatera Bagian Utara dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bidang pendidikan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara, Avicenia Darwis mengatakan, rencananya ada lima Migas Center yang dibentuk di lima provinsi, yang menjadi wilayah kerja mereka.

"Bicara pendidikan migas itu tak cukup ngomong di depan anak, selesai. Kami punya konsep Migas Center," kata Avi di sela-sela kegiatan forum diskusi hulu migas di Batam, Kamis (22/8/2019).

Migas Center pertama, akan dibentuk di Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat.

Diperkirakan 15 September mendatang.

Hadirkan Lapangan Kerja, SKK Migas Ungkap Dampak Positif Kehadiran Sektor Hulu Migas

SKK Migas Gelar Diskusi di Batam, Ini Permintaan Bupati Natuna Terkait Nasib Pemuda Tempatan

Media Visit SKK Migas ke Tribun Batam. Media Penting untuk Edukasi Masyarakat Terkait Migas

Menyusul Migas Center kedua di Batam, Kepri, tepatnya di UPB. Perkiraannya Oktober mendatang.

Berikutnya di Universitas Islam Riau (UIR) di Pekanbaru, Universitas Sumatera Utara (USU) di Sumatera Utara dan Universitas Syahkuala di Banda Aceh.

Avi mengatakan, Migas Center ini jadi semacam sekretariat untuk mewakili kepentingan provinsi. Salah satu fungsinya, untuk menyosialisasikan soal migas.

Tidak hanya sekadar bangunan, tetapi ada aktivitas pendidikan di sana.

"Bagaimana anak didik di lingkungan mahasiswa itu punya wawasan terhadap industri migas. Ini upaya kami menghadirkan agen di universitas untuk level migas," ujarnya.

Dengan begitu, gap antara dunia pendidikan dan industri migas dapat berkurang. Di Migas Center ini, diberikan semacam kurikulum pendidikan. Nantinya, para praktisi migas secara berjenjang akan datang ke tempat itu untuk mentransfer pengetahuan yang dimilikinya terkait migas.

"Migas Center ini beda dengan perpustakaan. Kegiatannya dinamis, ada kurikukum. Dalam sebulan ada dua kali. Setahun berarti ada 24," kata Avi. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved