BATAM TERKINI

Muncul Tandatangan 'Siluman' Anggota Dewan Saat Rapat Paripurna, Ini Penjelasan Ruslan Ali Wasyim

Munculnya tandatangan 'siluman' saat rapat paripurna, Rabu (21/8/2019) sejumlah anggota DPRD Batam memancing polemik. Ini penjelasan anggota DPRD.

Muncul Tandatangan 'Siluman' Anggota Dewan Saat Rapat Paripurna, Ini Penjelasan Ruslan Ali Wasyim
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Rapat paripurna pengesehan Ranperda APBD-P yang diagendakan Senin (12/8/2019) jam 21.00 WIB lalu kembali ditunda hingga jam 23.30 WIB dan hanya dihadiri 11 anggota dewan saja. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Munculnya tandatangan 'siluman' saat rapat paripurna, Rabu (21/8/2019) sejumlah anggota DPRD Batam memancing polemik.

Pasalnya, absennya sejumlah anggota dewan dalam rapat penting itu, membuat rapat paripurna dianggap tidak kuorum. Anehnya, di dalam daftar absen muncul tandatangan 'siluman' sehingga memancing tanda tanya.

Selain dianggap tidak kuorum, rapat itu pun juga mendatangkan berbagai pertanyaan terkait pembubuhan tanda tangan ‘siluman’ beberapa anggota dewan.

Tercatat, Ruslan Ali Wasyim, Yudi Kurnain, Erizal serta Aman ikut membubuhi tanda tangan sementara wujudnya tak tampak dalam rapat.

Saat dikonfirmasi, Ruslan membenarkan hal ini.

Menurutnya, ketidakhadirannya tentu memiliki alasan.

Ia harus menjadi saksi dalam pernikahan adik iparnya di Sekupang, Kota Batam.

Pulau Buntal Batam Tergerus Tambang Pasir, Anggota DPRD: Apapun Alasannya, Itu Ilegal!

Molor hingga Tengah Malam dan Cuma Dihadiri 11 Anggota Dewan, Ini Hasil Paripurna Ranperda APBD-P

BREAKINGNEWS, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Tanjungpinang Bobby Jayanto Resmi Tersangka

“Masalah itu memang benar tanda tangan saya. Saya minta duluan karena ada pernikahan yang harus saya hadiri,” katanya saat dihubungi, Rabu (21/8/2019) malam.

Selain itu Ruslan menjelaskan, pembahasan mengenai rapat kali ini sebenarnya telah diselenggarakan sejak Selasa (20/8/2019) malam.

“Sudah final tadi malam. Tinggal dibawa ke forum, makanya sidang tadi siang itu,” sambungnya.

Menurutnya, terkait finalisasi keputusan rapat paripurna itu telah dibahas hingga pukul 00.00 WIB, Selasa (20/8/2019) atau Rabu (21/8/2019) dini hari.

Ia mengatakan, pelaksanaan rapat itu sendiri sebenarnya diselenggarakan dalam keadaan serba salah.

“Jika tak disidangkan nanti terhambat program yang telah dicanangkan,” jelasnya.

Selain itu, penundaan rapat sendiri tambahnya, juga akan merugikan masyarakat.

“Kalau ditahan karena kepentingan kelompok tentu juga tidak benar. Dampak utamanya pasti ke masyarakat,” pungkasnya. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved