Please deh Jangan Hiasi E-mail Profesional dengan Emotikon, Ini Alasannya

Ketika mengirim surat elektronik atau e-mail terkait pekerjaan, tentu ada kaidah-kaidah yang harus Anda ikuti.

Please deh Jangan Hiasi E-mail Profesional dengan Emotikon, Ini Alasannya
ist
Emoji. 

"Temuan kami memberikan bukti awal bahwa berkebalikan dari senyum yang sesungguhnya, smiley tidak meningkatkan persepsi kehangatan dan sebenarnya menurunkan persepsi kompetensi," jelas Glikson.

Menurut dia, studi tersebut juga menemukan bahwa ketika responden diminta membalas e-mail yang bersifat formal, jawaban mereka lebih terperinci dan mereka menyertakan informasi yang terkait konten ketika e-mail (yang dikirim) tidak disertai emotikon.

Sebagai bagian dari riset, responden juga diminta memberi penilaian terhadap e-mail yang menyertakan foto si pengirim, baik dengan pose senyum atau netral.

Foto yang menampilkan pose bahagia memperoleh nilai tertinggi dalam hal kompetensi dan keramahan.

Namun, karena studi tersebut didasarkan pada korespondensi di antara orang asing, jika Anda merasa bersalah bahwa Anda mengirim e-mail dengan emotikon, Anda barangkali tak perlu khawatir.

"Emotikon hanya dapat menggantikan senyum yang sebenarnya ketika Anda sudah mengenal orang tersebut. Dalam interaksi awal, lebih baik menghindari emotikon, tak peduli usia atau jenis kelamin," terang Glikson.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved