Baru 1 Menit Berhubungan, Kekasih Minta Berhenti, Pelaku Marah dan Cangkul Kepala Korban

Kekasih menolak untuk berhubungan suami istri, Yi (19) nekat membunuh pacarnya yang diketahui masih SMP.

Baru 1 Menit Berhubungan, Kekasih Minta Berhenti, Pelaku Marah dan Cangkul Kepala Korban
wartakota
ilustrasi 

TRIBUNMADURA.COM - Kekasih menolak untuk berhubungan suami istri, Yi (19) nekat membunuh pacarnya yang diketahui masih SMP.

Yi membunuh secara sadis dengan mencangkul sang kekasih.

Tidak sampai disana saja, setelah sang kekasih tidak sadarkan diri, Yi kemudian meruda paksa mayat sang kekasih.

Kesal lantaran ogah meneruskan hubungan layaknya suami istri dengan sang pacar, cewek SMP ini dihajar dan dibunuh oleh sang pacar yang terpaut usia 5 tahun lebih tua darinya.

Mayat dari pacarnya sendiri lalu disetubuhi.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun Tersangka KPK, Pengamat : Nurdin Nekat Tanpa Dasar

Potret Kekompakan Anies Baswedan & Putranya Mikail Azizi Baswedan, Mirip?

Apa Beda Paspor Biasa dan e-Paspor? Simak Penjelasan Kantor Imigrasi Batam Berikut

Bupati Anambas Abdul Haris Telepon, Camat Palmatak Lalu Buat Surat Berhentikan Kepala Desa Langir

Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara ini lalu masuk ke dalam gubuk, kemudian Yogi mengajak pacarnya yang masih SMP itu untuk berhubungan layaknya suami istri.

Namun baru satu menit berlangsung, ceweknya langsung menghentikan aksi itu, yang membuat Yogi kesal dan kalap.

Mungkin sudah sampai di ubun-ubun, aksi persetubuhan Yogi malah dihentikan di tengah jalan.

 

Ketemu di Game PUBG, Polisi Cantik Ini Dipinang oleh Tentara dengan Mas Kawin PS4

Jambret 10 Lokasi di Karimun, Ketiga Penjambret Ini Dihadiahkan Polisi Timah Panas di Kaki

Ini Penjelasan Bank Mandiri Soal Whatsapp Pay

Baru satu menit berhubungan badan, pacarnya malah minta stop dan berontak lalu kabur.

Yogi lalu mengambil pacul dan mengejar pacarnya DS (14) hingga akhirnya tewas.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved