Ini Penjelasan Bank Mandiri Soal Whatsapp Pay

Whatsapp dikabarkan tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan pembayaran digital dan perbankan di Indonesia

Ini Penjelasan Bank Mandiri Soal Whatsapp Pay
UXDESIGN
Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan tengah mendekati beberapa pelaku teknologi finansial (Tekfin) di Indonesia untuk menawarkan fitur pembayaran digitalnya: WhatsApp Pay. 

TRIBUNBATAM.id - Whatsapp dikabarkan tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan pembayaran digital dan perbankan di Indonesia agar dapat mencicipi kue bisnis pembayaran digital di dalam negeri.

Dalam artikel yang dimuat Reuters, WhatsApp nantinya hanya akan berfungsi sebagai platform di Indonesia yang mendukung pembayaran melalui dompet digital lokal. 

Konsep bisnis yang dibawa ke Indonesia ini berbeda dengan rencana WhatsApp di India yang akan menawarkan layanan pembayaran peer to peer secara langsung. Sebab, WhatsApp melihat regulasi terkait sistem pembayaran digital di Indonesia cukup ketat.

Bank Indonesia (BI) selaku regulator sistem pembayaran pun angkat bicara perihal kabar tersebut. Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan sampai saat ini pihak WhatsApp belum melakukan audiensi terkait perizinan. 

Ia menegaskan, sesuai dengan peraturan yang berlaku, pihak asing yang ingin menjadi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) di Indonesia harus tunduk pada ketentuan Pemrosesan Transaksi Pembayaran (PTP) serta mengajukan izin sebagai PSJP.

Sedangkan kerjasama dengan BUKU IV adalah dalam hal cross border payment. "Di mana ada penerbit uang elektronik asing atau penerbit instrumen apapun yang menggunakan teknologi QR layanannya bisa digunakan oleh pemegang instrumen tersebut (inbound tourist) di Indonesia," terangnya dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Rabu (21/8).

Motor KTM Ada Promo Besar-Besaran Sampai Bulan Depan, Tertarik?

Smart SIM, Surat Ijin Mengemudi yang bisa sekaligus berfungsi sebagai uang elektronik

Rupiah Kembali Loyo, Pemangkasan Suku Bunga Tak Mempan

Kenalkan, Inilah LG K40s Dan K50s, Hape dengan Daya Tahan Militer

 

Lebih lanjut, bank sentral menegaskan untuk dapat memenuhi hal tersebut maka WhatsApp harus bekerjasama dengan bank BUKU IV. Sekaligus memenuhi syarat-syarat legalitas, kompetensi, kinerja, keamanan dan keandalan serta hukum. 

Syarat tersebut, lanjut Filianingsih dapat dipenuhi dengan menyampaikan dokumen lisensi atau rekomendasi dari otoritas sistem pembayaran setempat.

Sementara itu, salah satu bank BUKU IV yang disebut sudah menjajaki kerjasama dengan WhatsApp yakni PT Bank Mandiri Tbk juga ikut buka suara terkait hal tersebut.

Senior Vice President Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi menegaskan bahwa saat ini pihaknya baru melakukan kerjasama dengan WhatsApp sebatas komunikasi produk, notifikasi dan verifikasi untuk beberapa produk Bank Mandiri.

Selain itu, Bank Mandiri memang sudah memanfaatkan platform berbagi pesan raksasa tersebut untuk melakukan integrasi Mandiri Intelligent Assistant (MITA), sehingga pelayanan komplain dari nasabah perseroan dapat dilakukan melalui WhatsApp.

"Saat ini, untuk dompet digital (e-wallet) lewat WhatsApp belum ada pembicaraan lebih lanjut," ujarnya.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved