HUMAN INTEREST

Pantai Mukalimus Kini Miliki Tanggul Penahan Abrasi, Nelayan: Tak Ada Lagi 'Teror' Air Pasang

Setelah Kementerian PUPR turun tangan membangun tanggul penahan abrasi Pantai Mukalimus, kini warga merasa aman dari 'teror' air laut pasang.

Pantai Mukalimus Kini Miliki Tanggul Penahan Abrasi, Nelayan: Tak Ada Lagi 'Teror' Air Pasang
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Rahmat dan istrinya siap-siap melaut di Pantai Mukalimus, Karimun, Rabu (23/8/2019). Warga merasa bersyukur karena pemerintah membangun tanggul penahan abrasi di pantai tersebut. 

Cerita Nelayan di Pantai Mukalimus, “Air Laut itu Anugerah Tuhan”

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN – Sempat terkikis oleh abrasi laut, kini cerita lama itu telah berakhir berganti harapan baru bagi warga di sekitar Pantai Mukalimus, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Setelah pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR turun tangan dengan membangun tembok atau tanggul penahan abrasi, kini pantai itu terlihat lebih menawan dan tentu saja menghadirkan kenyamanan bagi warga sekitar yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan dan pedagang kecil.

Ali, warga sekaligus ketua RT setempat mengaku senang dengan perubahan yang terjadi. Apalagi, efek abrasi pantai sebenarnya sudah lama mereka rasakan bahkan sejak pria itu masih kecil.

“Terkikisnya itu tak dapat diperkirakan, sudah sejak saya kecil,” kata Ali, Rabu (21/8/2019).

Menurut pria yang juga merupakan seorang nelayan ini, akibat abrasi, keindahan pantai hampir memudar.

Ali bercerita, pengikisan tanah akibat air laut sendiri diperkirakan telah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

Tahun demi tahun berganti, tepian pantai pun akhirnya menyusut hingga mencapai 20 meter.

“Belum lagi air pasang, itu bisa air masuk ke rumah warga di sini. Jarak genangan air pasang itu bisa menjangkau sejauh 5 sampai 7 meter pemukiman,” tambahnya.

Tak dapat dipungkiri, pembangunan tembok atau tanggul di sekitar tepian pantai (coastal area) Mukalimus mendatangkan manfaat tersendiri bagi Ali dan warga lainnya.

Halaman
1234
Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved