Aksi Tanggap Cepat

Sikap Aksi Cepat Tanggap dalam Hadapi Bencana Kekeringan yang Mematikan di Indonesia

Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan level ekstrim.

Sikap Aksi Cepat Tanggap dalam Hadapi Bencana Kekeringan yang Mematikan di  Indonesia
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Pemerintah memprediksi musim kemarau tahun ini bakal mengakibatkan 48.491.666 jiwa terancam kekeringan di 28 provinsi. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan level ekstrim di mana tercatat ada daerah yang tidak turun hujan lebih dari 90 hari.

Kondisi ini memiliki dampak lanjutan terhadap kekeringan pertanian dan kekurangan air bersih masyarakat.

Merespon kondisi ini, ACT akan mendistribusikan 2,1 juta liter air bersih per hari di 28 cabang kantor ACT dengan total 500.000 penerima manfaat per hari.

Sedangkan, untuk 4 bulan terakhir ini ACT telah memproses kurang lebih 1.400 sumur wakaf di seluruh Indonesia.

Tahap awal penanganan kekeringan ACT pun akan menyuplai kebutuhan air melalui mobile water tank dengan total 60 juta liter/ bulan.

 

Air bersih yang diberikan umumnya digunakan masyarakat untuk kebutuhan primer, yakni minum dan memasak.

Selanjutnya, ACT Jatim terus berkomitmen untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh penjuru Jatim.

Misalnya saja, Pasuruan, Malang, Bangkalan, Jember, dan beberapa daerah lainnya, misal Yogyakarta.

Atasi Kekeringan, Bantuan Jutaan Liter Air dan Ratusan Sumur Wakaf ACT di Berbagai Lokasi
Atasi Kekeringan, Bantuan Jutaan Liter Air dan Ratusan Sumur Wakaf ACT di Berbagai Lokasi (ACT)

Dipo Hadi selaku Kepala Program ACT Jatim mengatakan, satu juta liter air bersih telah disalurkan ke beberapa daerah kekeringan di Jawa Timur.

“Diperlukan sinergi antar pengampu kebijakan untuk mengatasi masalah kekeringan yang hampir setiap tahun ada. Semakin banyak kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menangani bencana kekeringan ini, maka akan semakin cepat penyelesaiannya. Dan tentu saja dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana," terang Dipo.

Di sisi lain, Winarno, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Yogyakarta menambahkan bahwa pengeboran sumur yang cukup dalam memungkinkan air dapat terus keluar.
“Sumur ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar, terlebih saat kemarau seperti sekarang ini,” ungkap Winarno.
Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved