Di Zaman Digital, Wapadai 5 Kejahatan Siber yang Incar Perusahaan Anda

Statistik mencatat bahwa dua pertiga dari bisnis menengah atau besar mengalami setidaknya satu penyusupan atau serangan siber dalam 12 bulan terakhir.

Di Zaman Digital, Wapadai 5 Kejahatan Siber yang Incar Perusahaan Anda
MalwareTech.com
Peta real-time serangan ransomware WannaCry yang menghebohkan, beberapa waktu lalu 

Spionase tidak terbatas pada aksi mata-mata di suatu negara. Spionase industri adalah ancaman nyata, dengan perusahaan ambisius yang menargetkan sistem perusahaan saingan untuk mencuri Intelectual Property.

Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia mengatakan, kelompok penjahat siber cenderung menargetkan perusahaan menengah.

Perusahaan besar mungkin memiliki dana yang lebih besar untuk membayar tebusan namun mereka juga memiliki sumber daya yang lebih memadai untuk membangun pertahanan siber yang lebih kuat.

"Sebaliknya, perusahaan menengah masih cukup berharga untuk menjadi target kejahatan siber yang potensial, namun perusahaan menengah mungkin ini tidak memiliki tingkat sumber daya yang sama untuk berinvestasi dalam pertahanan keamanan siber," jelas Johana.

Lalai pada Keamanan

Meskipun ancaman siber kian nyata berpotensi mengganggu operasi, merusak reputasi, dan menghabiskan biaya tinggi, sebagian besar petinggi perusahaan belum memperhatikan keamanan siber dalam organisasi mereka.

Dua poin penting yang terdapat dalam survei Grant Thornton adalah, satu dari tiga perusahaan menengah memiliki petinggi perusahaan yang bertanggung jawab khusus dalam mengkaji risiko dan manajemen siber.

Kemudian, sekitar enam dari sepuluh perusahaan tidak memiliki rencana bagaimana merespons terhadap insiden siber.

Nyatanya, hal ini perlu diubah dan ada peluang besar bagi para pemimpin perusahaan untuk membuat perbedaan yang nyata. Menurut Cost of a Data Breach Study: Global Overview 2018 biaya rata-rata per berkas yang hilang dalam kebocoran data adalah US$148.

Namun, untuk setiap berkas yang hilang, ditemukan bahwa secara rata-rata $13 akan dihemat melalui keterlibatan para petinggi perusahaan melalui manajemen risiko siber, dan penunjukan chief information security officer.

Ini berarti bahwa jika sebuah bisnis kehilangan 50.000 berkas selama kebocoran data, keterlibatan petinggi perusahaan dapat menyelamatkan anggaran perusahaan sekitar $650.000 per kebocoran.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved