DEMO HONG KONG

Makin Parah, Polisi Hong Kong Terpaksa Gunakan Pistol dan Meriam Air ke Demonstran

Makin parah, aksi unjuk rasa di Hong Kong berlanjut selama kurang lebih tiga bulan belakangan. Bahkan polisi Hong Kong gunakan pistol dan meriam air.

Makin Parah, Polisi Hong Kong Terpaksa Gunakan Pistol dan Meriam Air ke Demonstran
Instagram/advpodcasts
Ilustrasi polisi Hong Kong menodongkan senjata 

TRIBUNBATAM.id - Suasana kerusuhan di Hong Kong semakin panas.

Kali ini polisi Hong Kong mengungkapkan pihaknya terpaksa menggunakan pistol dan meriam air demi membubarkan para pengunjuk rasa di Hong Kong.

Terjadinya kerusuhan di Hong Kong tepatnya pada Distrik Tsuen Wan, sekitar 10 km dari pusat kota, Minggu (25/8/2019) memancing hal tesebut terjadi.

Para Konglomerat di Hong Kong Teriakkan Stop Demo, Harta Tergerus Hingga 15 Miliar

Buat Postingan Tentang Demo di Hong Kong, Pramugari Cathay Pasific Dipecat

Akibat Unjuk Rasa, Pemesanan Tiket Pesawat ke Hong Kong Alami Penurunan Drastis

Sempat Damai, Kerusuhan di Hong Kong Kembali Pecah Hingga Gunakan Semprotan Merica

210 Channel Youtube Dinonaktifkan, Diduga Kampanyekan Melawan Demo Hong Kong

Aksi unjuk rasa di Hong Kong merupakan peristiwa terparah dalam demo yang berlangsung tiga bulan terakhir.

Dalam keterangan kepolisian Hong Kong, sejumlah anggota mereka tersudutkan oleh demonstran yang mempersenjatai diri menggunakan tongkat dan benda lain.

Ketika salah satu polisi tersungkur karena didesak massa dan menghadapi ancaman, enam rekan mereka langsung mengacungkan pistol dengan salah satu menembak ke udara.

Dilansir AFP Senin (26/8/2019), aksi yang dilakukan oleh polisi itu diyakini sebagai peluru tajam pertama yang ditembakkan selama berlangsung demo Hong Kong.

Sedikitnya 15 polisi mengalami cedera. Sementara terdapat puluhan pengunjuk rasa, satu berusia 12 tahun, dengan tuduhan kepemilikan senjata dan menyerang aparat.

Polisi kemudian meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada pendemo yang melakukan kekerasan, dan berjanji untuk menyeret mereka ke pengadilan.

Dilepaskannya peluru tajam dalam demo itu memantik kemarahan dari pengguna media sosial, yang menyindir juru bicara polisi karena memuji "keberanian dan ketabahan" polisi.

Halaman
123
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved