Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Mentahkan Rocky Gerung, Ibu Kota Baru di Kaltim Tak Rusak Hutan, Tak Kekurangan Oksigen

Presiden Jokowi menetapkan ibu kota pindah ke Kalimantan Timur, lokasi tak rusak hutan, tak kekuarangan oksigen seperti kata Rocky Gerung

Mentahkan Rocky Gerung, Ibu Kota Baru di Kaltim Tak Rusak Hutan, Tak Kekurangan Oksigen
tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Menteri ATR Sofyan Djalil umumkan ibu kota baru di Istana Negara, Senin (26/8/2019) 

- Rawan gempa dan tsunami

Ibu Kota Baru Merusak Hutan? Tidak!!

- Tidak mengganggu lingkungan hidup

- Tidak mengurangi luas hutuan lindung

- Dibangun dengan konsep forest city dengan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 50 persen.

Pemindahan Ibu Kota Negara pakai anggaran kesejahteraan rakyat?

- Pemindahan akan dibiayai swasta, KPBU, dan PNBP dari kerjasama pengelolaan aset yang masuk ke APBN

- Jadi tidak akan menganggu anggaran pembangunan SDM, peningkatan daya saing SDM, dan prioritas lain.

Rancang Ibu Kota Sendiri

Presiden Jokowi mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota baru secara spesifik.

Menurut Jokowi, sebagai bangsa besar yang berusia 74 tahun, Indonesia belum menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya.

Dari sederet kajian yang sudah dilakukan selama tiga tahun, disimpulkan lokasi paling ideal berada di Kalimantan Timur.

Berikut penuturan di Instagram Jokowi

Sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka, Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya.

Maka, pada siang yang berbahagia ini, saya menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam, terutama dalam tiga tahun terakhir.

Hasil kajian-kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kabupaten Penajam Paser Utara Siapkan Lahan

Secara resmi Presiden Joko Widodo sudah menyatakan Ibu Kota Indonesia di Kaltim.

Pengumuman ini Ibu Kota Indonesia di Kaltim ini disampaikan di Jakarta.

Menanggapi hal ini, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Masud merespon baik pemindahan Ibu kota Negara Republik Indonesia (IKN) di Kalimantan Timur, khususnya di Penajam Paser Utara (PPU).

Hal tersebut ia sampaikan, melalui press rilis yang diterima oleh Tribunkaltim.co langsung dari Denpasar, Bali, Senin (26/8/2019).

"Kabupaten PPU sudah ditunjuk sebagai Ibukota Negara yang disampingnya berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara," katanya.

Olehnya itu, lahan akan segera disiapkan oleh orang nomor 1 di PPU tersebut. Bupati yang dikenal dengan nama AGM ini, menyebutkan, karena PPU sudah dipilih sebagai lokasi IKN, lahan segera disiapkan.

"Kami sudah siapkan, mungkin besok kami sudah siapkan lahannya," lanjutnya.

Host program Aiman Kompas TV, Aiman Witjaksono bersama Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud. Program Aiman Kompas TV Senin (26/8/2019) malam ini menelisik soal calon ibu kota baru di Kalimantan Timur.
Host program Aiman Kompas TV, Aiman Witjaksono bersama Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud. Program Aiman Kompas TV Senin (26/8/2019) malam ini menelisik soal calon ibu kota baru di Kalimantan Timur. (IG @aimanwitjaksono)

Ia akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, yakni dengan Bappenas dan Presiden RI, untuk mengetahui dimana titik yang menjadi lokasi pemindahan ibu kota RI, kemudian disiapkan.

Bupati AGM mengungkapkan, sudah menjadi kewajiban baginya selaku Kepala Daerah beserta jajaran Pemerintahan Kabupaten PPU, untuk menyiapkan lahan.

Sekitar 300.000 hektare lahan di Benuo Taka, siap untuk menjadi lokasi ibu kota, sisa menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.

"InsyaAllah tidak ada kendala, sesuai dengan tema IKN yakni, Smart, Green and Beautifull," tegasnya.

Ia menegaskan, hutan-hutan yang ada disekitar lokasi pemindahan ibu kota RI tidak dihilangkan, melainkan diperindah.Lahan yang disiapkan, sebagian besar merupakan lahan milik negara.

Nah, Ibu Kota Negara yang baru, diharapkan menjadi paru-paru dunia karera hutan yang kaya, PPU juga menjadi poros maritim dunia.

"Alhamdulillah, Allah SWT memberikan kita negeri yang begitu indah dan berkah.

Semoga Indonesia dalam 5 tahun ini bisa maju, lebih hebat, berdaulat dan disegani oleh dunia," pungkasnya.

Di tempat berbeda, sama halnya dengan Walikota Balikpapan tanggapi secara positif mengenai kebijakan pemindahan ibu kota RI ke Kalimantan Timur.

Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memberikan tanggapannya, Senin (26/8/2019).

Menurutnya, pemindahan ibu kota negara ke Kaltim menjadi hal yang positif untuk perkembangan ekonomi sekitar ibu kota.

Selain itu, dari sektor pengembangan infrastruktur menurutnya akan terjadi peningkatan yang signifikan.

Tidak hanya peningkatan pembangunan di area ibukota negara yang baru saja, namun imbasnya terhadap area sekitarnya.

Justru dengan adanya pemindahan ini geliat ekonomi di kota Balikpapan akan terus meningkat.

"Baik di PPU atau di mana saja, dampaknya akan terasa di Balikpapan," kata Rizal Effendi melalui saluran telepon, Senin (26/8/2019).

Selain itu Balikpapan menjadi kota penyokong ibu kota, yang lokasinya tak jauh dari PPU dan Kukar.

Apalagi dengan adanya bandara dan pelabuhan kelas internasional pun menjadi tenaga penggerak ekonomi di Balikpapan.

"Kegiatan rapat atau acara bisa dilaksanakan di Balikpapan. Tentunya ini dapat meningkatkan pendapatan kota ya. Belum lagi perekonomian kita beberapa tahun tidak baik. Semoga dengan adanya ibukota ini dapat membantu terciptanya pergerakan ekonomi yang baik," kata Rizal Effendi.

Selain itu faktor peningkatan kualitas pendidikan akan berpengaruh positif saat ibukota berada di Kalimantan Timur.

Apalagi Balikpapan memiliki kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang diharapkan dapat berkembang dan sebagai proyek negara untuk pengembangan sektor pendidikan.

Sementara itu ketika ditanyakan seputar spekulan tanah, Rizal Effendi mengatakan tentu dirinya akan berkordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional.

 

Ia mengimbau kepada BPN untuk tetap waspada kepada spekulan tanah yang ingin mencari lahan strategis.

Namun dengan keterbatasan personel dan peralatan yang ada di BPN Rizal berharap agar Kementerian Agraria segera menambahkan kekuatan di BPN.

"Tentunya untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap spekulan tanah," ucapnya.

Menurutnya semua daerah di kota Balikpapan rentan terhadap spekulan tanah.

Namun area yang dekat dengan ibukota negara merupakan daerah yang paling rentan dicaplok para spekulan.

"Dekat area samboja yang paling rentan," kata Rizal Effendi.

Berita sebelumnya Ibu kota baru Indonesia telah diputuskan berlokasi di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Keputusan pemindahan ibu kota baru di Indonesia diumumkan pada konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/8/2019) siang.


Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved