Tiga Hari Berturut-turut Hingga Rabu (28/8) Rupiah Melemah

Pelemahan kembali terjadi pada kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di akhir perdagangan, Rabu (28/8).

Tiga Hari Berturut-turut Hingga Rabu (28/8) Rupiah Melemah
kontan
ILUSTRASI Kurs rupiah pekan depan tergantung negosiasi AS-China 

TRIBUNBATAM.id - Pelemahan kembali terjadi pada kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di akhir perdagangan, Rabu (28/8).

Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah spot melemah tipis 0,03% ke level Rp 14.259 per dolar AS. Rupiah melemah dalam tiga hari perdagangan berturut-turut pekan ini.

Data JISDOR juga menunjukkan rupiah yang melemah 0,20% ke level Rp 14.263 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih berpendapat bahwa pelemahan yang tipis ini tidak dipengaruhi sentimen domestik melainkan berasal dari sentimen global.

Dia bilang, saat ini pasar merasa probabilitas resesi meningkat karena data ekonomi terbaru Jerman. “Ekonomi Jerman tumbuh -0,1% secara kuartalan,” jelas Lana.

Selain itu, ia juga menilai isu perang dagang masih memiliki pengaruh terhadap pergerakan rupiah hari ini. Menurutnya, isu perang dagang ini menyebabkan koreksi besar terhadap data di AS. “Kemarin itu kan ada koreksi besar di AS,” ujar Lana.

Tampil Dengan Layar Lebar Tanpa Bezel, Ini Teaser Vivo NEX 3

Rilis 3 iPhone Baru pada September, Simak Spesifikasinya

Manjakan Wanita, Inilah Skuter Terbaru Vespa LX 125 i-get

Redmi dan Realme Bersaing Luncurkan Hape Terbaru, Realme XT vs Redmi Note 8 Pro, Ini Penampakannya

 

Analis Monex Investindo Ahmad Yudiawan mengatakan, salah satu sentimen negatif pasar keuangan adalah bantahan bahwa China telah mengontak AS untuk melakukan perundingan. Sebelumnya, China dikabarkan telah mengontak AS kembali menumbuhkan optimisme bagi pelaku pasar.

“China sendiri yang mengatakan bahwa mereka merasa tidak ada menghubungi atau mengontak AS, hal ini berpotensi untuk menekan aset berisiko karena situasinya kembali kisruh,” jelas Yudi.

Yudi juga mengungkapkan bahwa sentimen negatif datang dari harga minyak yang naik. Harga minyak ditopang oleh data AS yang menunjukkan bahwa penggunaan minyak untuk bahan bakar meningkat. “Ini yang menimbulkan ekspektasi bahwa roda perekonomian AS kembali pulih,” tambah Yudi.

Walaupun hari ini mata uang rupiah melemah, Lana menilai pergerakan rupiah esok hari masih sideways dengan kecenderungan menguat tipis. Untuk angkanya, ia memperkirakan rupiah besok akan bergerak di kisaran Rp 14.240-Rp 14.250 per dolar AS.

Berbeda, Yudi berpendapat rupiah pada esok hari masih akan melanjutkan pelemahan. Sentimen-sentimen perang dagang masih menjadi isu utama yang akan mempengaruhi rupiah besok. Dari domestik, Yudi bilang pemindahan ibu kota baru masih bisa membatasi pelemahan rupiah. Ia memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.200-Rp 14.290 per dolar AS.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved