Toko Emas di Thailand Dirampok di Siang Bolong, 40 Kilo Emas Lenyap, Diduga untuk Aksi Teroris
Toko Emas Suthada di distrik Na Thawi di Songkhla, Thailand, dirampok di siang bolong dan membawa kabur 40 kilogram emas dan perhiasan
TRIBUNBATAM.ID, SONGKHLA - Pengadilan Provinsi Na Thawi di Songkhla, Thailand, telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk dua orang yang diduga terlibat dalam perampokan toko emas 85 juta baht atau sekitar Rp 18,6 miliar, Sabtu lalu.
Pihak berwenang telah menghubungkan perampokan itu dengan pemberontakan di wilayah selatan Thailand dan mengklaim militan akan menjual emas itu untuk membiayai operasi terorisme.
Surat perintah dikeluarkan untuk Wae-useng Dueraheng dan Saifutdin Hayipute, seperti dilansir TribunBatam.id dari The Thaiger online, Kamis (29/8/2019)
Polisi sebelumnya menetapkan satu tersangka lain, Jae-arong Heng, namun tidak ada surat perintah penangkapan dari pengadilan.
Ketiganya diduga termasuk di antara sepuluh atau lebih perampok yang mengenakan seragam gaya militer, dan dipersenjatai dengan senapan serbu.
• China Rotasi Ribuan Pasukan di Hong Kong, Konvoi Kendaraan Berat Masuk Menjelang Subuh
• Setor Rp 30 Juta Tiap Bulan, Adam Bos Narkoba Nikmati Fasilitas Mewah di Penjara, Bisa Pesan Makanan
• Pembunuh di Orchard Towers Singapura Gunakan Pisau Karambit asal Minang yang Dipopulerkan Iko Uwais
Kelompok ini merampok Toko Emas Suthada di distrik Na Thawi di Songkhla, Sabtu lalu di siang bolong dan membawa kabur emas dan perhiasan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 40 kilogram.
Salah seorang dari mereka juga menjadi buron atas tiga surat perintah lainnya atas tuduhan pembunuhan terhadap dua petugas keamanan dan seorang warga sipil di Pattani antara 2014 dan April tahun ini.

Pria lainnya memiliki empat surat perintah lainnya, termasuk dugaan perampokan mobil yang digunakan dalam serangan bom di wilayah selatan Thailand yangt kerap dilanda kerusuhan etnis dan agama.
Para perampok ini tiba di Toko Emas Suchada dengan mobil van putih, yang dicuri sehari sebelumnya dari seorang pria di Provinsi Pattani.
Para saksi mata mengatakan, ada tiga pria dan dua wanita yang melakukan perampokan, namun hasil penyelidikan polisi dan pengecekan CCTV menunjukkan bahwa ada selusin orang yang terlibat dalam pencurian tersebut.
Mereka berjalan ke toko emas dan mengarahkan senjata mereka ke lima staf wanita di toko emas itu, melumpuhkan sistem CCTV, mengambil semua emas yang dipajang dan melarikan diri dengan van yang menunggu dalam serangan terkoordinasi dengan baik.
Aksi perampokan ini tak lebih dari sepuluh menit, menurut polisi.
Rawsalee Yohlen, pemilik van mengatakan kepada polisi bahwa ia disewa oleh tiga orang untuk menjemput teman mereka, tetapi diikat dan dibuang di pinggir jalan, di bawah todongan senjata, di distrik Nong Chik, Pattani.
Polisi berhasil menemukan van putih yang ditinggalkan di perkebunan karet, sekitar 15 kilometer jauhnya dari lokasi perampokan. Sebuah sepeda motor juga ditemukan ditinggalkan di perkebunan.