Depo Kontainer Masih Sebatas TPS (Tempat Penumpukan Sementara), Ini Harapan ASDEKI Batam

Ismed Syafriadi, Ketua DPW Depo Kontainer Kota Batam resmi dilantik, Kamis (29/8/2019). Ini harapan terhadap ASDEKI Batam

Depo Kontainer Masih Sebatas TPS (Tempat Penumpukan Sementara), Ini Harapan ASDEKI Batam
TRIBUNBATAM.id/RAHMA TIKA
DPW Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) Muslan HR resmi melantik Ketua DPW Depo Kontainer Kepulauan Riau Ismed Syafriadi di Swiss Bell Hotel Harbour Bay, Jumat (29/08/2019) malam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ismed Syafriadi, Ketua DPW Depo Kontainer Kota Batam resmi dilantik, Kamis (29/8/2019).

Dalam pelantikan ini Ismed Syafriadi yang didampingi oleh Wakil Ketua Victor Sanjaya resmi menjabat dengan periode 2019-2004.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan pengurus pusat Asosiasi Depo Kontainer Indonesia No 003/Kep DPW/ ASDEKI/ VIII/2019 tentang Asosiasi Wilayah Depo Kontainer Indonesia.

Pada kesempatan, kali ini Ismed Syafriadi yang telah resmi menjabat sebagai Ketua DPW Depo Asosiasi Kepulauan Riau menerangkan beberapa hal yang akan ia lakukan ke depan di masa jabatannya.

"ASDEKI ini Asosiasi Depo Kontainer Indonesia, selama ini khususnya di Batam, itu dari beberapa perusahaan Depo, termasuk kami tidak memiliki payung hukum dan aturan yang jelas, " tegas Ismet.

Aturan yang ia jelaskan maksudnya ialah saat Ini Depo Kontainer itu hanya sebagai TPS (Tempat Penumpukan Sementara).

Seharusnya Depo itu sendiri harus ada kegiatan yang namanya selain penumpukan kontainer, yaitu ada kegiatan washing dan cleaning.

Berarti harus ada pembersihan kontainer, dan ada juga perbaikannya. Dengan adanya perbaikan ini kontainer bisa di-reduce atau dipakai ulang.

Ismed mengatakan bahwa kontainer itu dimiliki oleh perusahaan pelayaran, kebanyakan perusahaan pelayaran ini dari luar negeri. 

Ketua ASDEKI  Muslan Hr melihat selama 15 tahun terakhir Kota Batam ini untuk penataan Depo Kontainer masih berantakan, namun sekarang sudah mulai rapi. 

"Dengan terbentuknya DPW Kepulauan Riau ini betul-betul bisa memberikan suatu suasana yang baru, satu standart operasional yang baru, sehingga nilai logistik dapat diukur secara komptitif," ujar Muslan HR. (Tribunbatam.id/Rahma Tika) 

Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved