Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Kepri Gelar Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit

Sebagian besar penyebab kematian balita merupakan penyakit yang dapat dicegah seperti pneumonia, diare, malaria, campak, atau kombinasi dari penyakit

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Kepri Gelar Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Kegiatan Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit Tingkat Provensi Kepri Tahun 2019 

TRIBUNBATAM.id - Guna menunjang kapasitas mutu pelayanan petugas kesehatan bagi masyarakat khususnya balita, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau bekerjasama dengan Pengelola program anak Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Penanggungjawab atau pengelola program MTBS (anak) di puskesmas terpilih menggelar pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) bagi perwakilan petugas kesehatan di Hotel Aston Tanjungpinang mulai tanggal 22 hingga 28 Agustus 2019.

Dijelaskan bahwa pelatihan ini berisi metode pemeriksaan balita mulai pendeteksian penyakit, pemberian obat yang sesuai, hingga evaluasi imunisasi.

Saat ini setiap tahun diperkirakan 6,6 juta anak di dunia meninggal sebelum mencapai umur 5 tahun.

Berdasarkan SDKI tahun 2012 ada sekitar 552 balita meninggal setiap harinya.

Sebagian besar penyebab kematian balita merupakan penyakit yang dapat dicegah seperti pneumonia, diare, malaria, campak, atau kombinasi dari penyakit tersebut dan dilatarbelakangi oleh mal nutrisi.

Untuk mencegah kematian balita, WHO dan UNICEF telah mengembangkan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).

Indonesia telah mengadopsi MTBS sejak tahun 1997, setelah melalui proses adaptasi.

MTBS merupakan keterpaduan tatalaksana balita sakit meliputi upaya pengobatam, pelayanan preventif seperti pemberian imunisasi, pemberian vitamin A, serta pelayanan promotif antara lain menilai dan memperbaiki cara pemberian ASI, konseling pada ibu mengenai cara merawat dan mengobati anak di rumah, masalah pemberian makan dan sebagainya.

Menurut WHO Tahun 2013, MTBS merupakan pendekatan terbaik dalam menurunkan Angka Kematian Balita.

Hal ini terbukti dari penurunan kematian balita di negara–negara yang menerapkan MTBS.

Walaupun penurunan tersebut tidak semata–mata karena penerapan MTBS, namun MTBS merupakan pendekatan balita sakit yang komprehensif dan terintegrasi terhadap penyebab utama kematian yang banyak dijumpai yakni pneumonia, diare, campak, malaria, atau kombinasi penyakit tersebut.

Penerapan MTBS menekankan pada tiga komponen yaitu memperkuat sistem pelayanan kesehatan agar penanganan balita sakit lebih efektif.

Meningkatkan kualitas pelayanan balita sakit, dan Meningkatkan peran keluarga dalam penanganan balita sakit.

Penerapan pelayanan kesehatan anak sesuai standar MTBS sesuai dengan Undang–Undang Nomor 36 tentang Kesehatan dan Permenkes Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak. (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved