Lagi Akun CEO Twitter Kena Hack, Posting Sejumlah Cuitan Rasis

Akun Twitter CEO Jack Dorsey, pada Jumat (30/8) malam diretas oleh sekelompok hacker yang menamakan diri mereka Chuckle Squad.

The Verge
CEO Twitter, Jack Dorsey 

TRIBUNBATAM.id -  Akun Twitter CEO sekaligus salah satu pendirinya, Jack Dorsey, pada Jumat (30/8) malam diretas oleh sekelompok hacker yang menamakan diri mereka Chuckle Squad.

Hacker tersebut mengunggah berbagai tweet kontroversial lewat akun@jack, yang kemudian sempat membuat jagad twitter heboh.

Beberapa tweet yang ditulis antara lain tentang pemimpin Nazi, Adolf Hitler, tak bersalah; penghinaan tentang orang kulit hitam dan Yahudi; serta tweet  yang menuliskan ada bom di markas Twitter.

Beberapa tweet ofensif tersebut sempat bertahan selama sekitar 10 menit, tapi tak lama setelahnya, tweet-tweet tersebut telah dihapuskan.

Saat Pelantikan, Hamid Tara Anggota DPRD Luwu Akan Ajak 3 Istri, Sebelumnya Andi Sukma Bawa 3 Istri

KUMPULAN 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H, Ada Berbahasa Inggris & Indonesia

Ramalan Zodiak Besok Minggu 1 September 2019, Pisces Jadi Inspirasi, Aquarius Kencan Romantis

Redmi Mulai Merambah ke Segmen Smart TV, Ini Spesifikasinya

Sekitar satu setengah jam kemudian, Twitter menyatakan bahwa akun Jack kini telah aman, dan tak ada indikasi bahwa sistem Twitter telah diretas.

Lebih lanjut, Twitter menduga hal tersebut terjadi karena operator seluler yang digunakan Jack.

 Disebutkan bahwa mungkin nomor telepon Jack telah diretas karena keamanan yang minim dari provider seluler tersebut, sehingga memungkinkan hacker untuk memposting tweet melalui pesan teks.
 

Tweet-tweet tersebut diposting melalui Cloudhopper, perusahaan yang sebelumnya dibeli Twitter untuk membantu layanan SMS-nya. 

Jika mengirimkan teks 404-04 dari nomor telepon yang ditautkan ke akun Twitter, teks itu akan bisa diposting di Twitter. Lalu, akan muncul tulisan "Cloudhopper" sebagai asal tweet tersebut.

Insiden tersebut bukan kali pertama yang dialami Jack DorseyAkun Twittermiliknya pernah diretas pada 2016 oleh kelompok yang juga meretas akunTwitter CEO Google Sundar Pichai dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Sumber: Hai
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved