Hemat Air Bersih, Selamatkan Batam di Masa Depan

Air bersih berperan menopang kehidupan manusia, sehingga langkah menghemat penggunaan air bersih mampu menyelamatkan bumi di masa depan

Hemat Air Bersih, Selamatkan Batam di Masa Depan
TRIBUNBATAM.id/IST
ATB mendistribusikan air tanki kepada pelanggan beberapa waktu lalu, perilaku berhemat menggunakan air bersih salah satu upaya menyelamatkan ketersediaan air baku bagi Batam di masa depan 

TRIBUNBATAM.id - Air bersih berperan menopang kehidupan manusia, sehingga langkah menghemat penggunaan air bersih mampu menyelamatkan bumi di masa depan. Bagaimana perilaku kita, masyarakat Batam dengan ketersediaan air yang terbatas?

Pulau Batam tidak seberuntung daerah lain yang kaya akan sumber air baku. Air bersih yang dikelola ATB untuk masyarakat Batam hanya mengandalkan curah hujan. Oleh karena itu, berhemat menggunakan air bersih setidaknya dapat menyelamatkan Batam di masa mendatang.

"Di banyak kesempatan kami selalu sampaikan bahwa menghemat penggunaan air bersih itu sangat penting. Apalagi Batam tidak memiliki sumber air yang melimpah. Langkah kecil menghemat air bersih dimulai dari rumah, sudah berperan menyelamatkan Batam di masa depan," jelas Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Sabtu (31/8/2019).

Selain itu, tambah Maria, ATB juga kerap mengedukasi tentang seberapa penting masyarakat Batam harus menghemat menggunakan air bersih yang tersedia, di tengah ketersedian air waduk yang semakin berkurang akibat curah hujan. Sudah seharusnya Batam punya cadangan air baku untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang. 

"Kapasitas air baku yang tersedia saat ini diperkirakan hanya akan bertahan hingga 3 tahun mendatang. Pertumbuhan penduduk dan industri di Batam perlu diimbangi dengan pertumbuhan cadangan air baku," pesan Maria.

Sumber air baku yang dikelola ATB berasal dari lima waduk milik pemerintah. Saat ini total kapasitas terpasang berkisar 3.800 liter/detik. Dari kapasitas tersebut, ATB telah mengelola 3.300 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan domestik dan industri.

"Cadangan air baku yang ada hanya tinggal 500 liter/detik, sementara pertumbuhan kebutuhan air bersih meningkat antara 150 hingga 200 liter per detik setiap tahunnya," jelas Maria.

Penawaran Matahari Kepri Mall, Diskon Spesial untuk Produk Home & Co

Siap-siap Event Bintan Marathon Bakal Digelar Bulan Ini, Catat Tanggalnya

Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 2 September 2019, Aries Pengin Dimanja, Aquarius Selingkuh

Beredar di Twitter Foto Bima Tokoh KKN di Desa Penari, Terungkap Fakta Sebenarnya, Ada yang Janggal!

Langkah sederhana menghemat air bersih yang tersedia bisa dimulai pada lingkungan keluarga. Ibu dalam keluarga berperan besar dalam mengajarkan perilaku penggunaan air secara optimal, demi kelestarian air untuk masa depan generasi mendatang yang lebih cerah.

Lebih dari itu, menghemat air juga secara langsung dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. Seorang Ibu dapat mulai mengubah perilaku keluarga dalam penggunaan air bersih dari sekarang secara optimal melalui pengurangan, penggunaan kembali dan pelestarian air (3P).

Menghemat penggunaan air bersih juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menutup keran wastafel ketika mencuci muka, menggosok gigi, dan bercukur. Sebisa mungkin hindari pemakaian selang untuk berkebun dan mencuci kendaraan.

Gunakan air bersih yang ditampung di ember atau wastafel untuk langkah awal mencuci piring dan kendaraan. Segera perbaiki pipa bocor atau keran rusak. Kebocoran berpotensi membuang percuma hingga 13 liter air per hari.

Pemahaman terkait penghematan air bersih juga penting karena dalam banyak kasus, air bersih di rumah terbuang sia-sia hanya karena penghuni rumah kurang memahami cara-cara sederhana pemanfaatan dan penghematan air.

"Sedikit apa pun, air bersih sepatutnya tidak dibiarkan terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara lebih optimal seperlunya. Dampak penyalahgunaan air yang lebih besar bisa berupa kerusakan lingkungan dan kelangkaan air," ucap Maria.

Pentingnya menghemat air bersih juga dirasakan oleh pelanggan ATB di wilayah Sagulung, Lili, yang telah berlangganan ATB selama 10 tahun lebih dan cukup merasakan manfaat suplai air dari ATB. ATB menurutnya sudah cukup baik menyediakan air.

"Memang perlu untuk berhemat menggunakan air bersih yang ada agar masyarakat yang lain bisa mendapatkan air, lihat saja saat terjadi musim kemarau, air pasti terganggu, saya selalu siapkan tampungan air di rumah buat jaga-jaga," jelas Lili  

Mari selalu jaga perilaku kita menggunakan air bersih yang ada. Usaha penghematan air yang kita lakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi kehidupan generasi mendatang untuk menyelamatkan Batam di masa depan. (*)

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved