Syarat Berbisnis Station Charging SPKLU PLN, Punya Lahan dan Siapkan Investasi

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menawarkan kepemilikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

Syarat Berbisnis Station Charging SPKLU PLN, Punya Lahan dan Siapkan Investasi
PLN
ILUSTRASI PLN kampanye kendaraan listrik 

TRIBUNBATAM.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menawarkan kepemilikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mirip dengan kepemilikan SPBU. PLN menawarkan ada model Company Owned Company Operated (COCO) dan Partner Owned Partner Operated (POPO).

Seperti diketahui, dalam kepemilikan SPBU ada skema bisnis COCO (Company Owned Company Operated), artinya SPBU ini murni milik dan dikelola oleh Pertamina dan DODO (Dealer Owned Dealer Operated) artinya SPBU ini murni milik Swasta atau Perorangan.

Investasi dari SPKLU POPO dan COCO yang ditawarkan PLN berbeda dengan biaya investasi SPBU COCO dan DODO yang ditawarkan Pertamina. Nilai investasi SPKLU COCO dan POPO lebih murah dibandingkan dengan investasi membangun SPBU.

Bagi Anda yang ingin berbisnis SPKLU DODO, tentunya Anda mesti memiliki Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPL) dari Kementerian ESDM dan memiliki lahan yang disyaratkan.

Era Kendaraan Listrik, Tesla Model 3 Akan Dijual di Indonesia

Siap-siap Event Bintan Marathon Bakal Digelar Bulan Ini, Catat Tanggalnya

Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 2 September 2019, Aries Pengin Dimanja, Aquarius Selingkuh

Beredar di Twitter Foto Bima Tokoh KKN di Desa Penari, Terungkap Fakta Sebenarnya, Ada yang Janggal!

 

Sedangkan jika perusahaan Anda atau perorangan ingin langsung memiliki bisnis SPKLU itu tanpa harus meminta izin dari Kementerian ESDM, Anda lebih baik memilih skema SPKLU COCO. Syaratnya showcase-nya mesti sesuai keinginan PLN.

Vice President Public Relation PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dwi Suryo Abdullah mengungkapkan, PLN belum merinci secara jelas investasi kerjasama SPKLU karena selama ini masih showcase dari pabrikan, kecuali yang pernah PLN pasang tiga tahun lalu untuk para pedagang atau kawasan agar tertib listrik sehingga tidak membahayakan sudah ada nilai investasinya.

"Saat itu investasinya Rp 8 jutaan sampai Rp 14 jutaan tergantung dari jumlah colokannya," ungkap dia kepada Kontan.co.id, Sabtu (31/8).

Investasi Rp 8-Rp 14 juta ini untuk Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang sudah ada di berbagai titik di Jakarta untuk kegiatan bisnis pedagang kaki lima. SPLU ini memang bisa untuk mengisi baterai motor listrik.

Meski belum ada rincian skema bisnis yang ditawarkan PLN, PLN Disjaya memberikan gambaran soal investasi untuk membangun station charging dengan kemampuan fast charging.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved