Menabrak Kapal Pukat Milik Nelayan, Pria Ini Pilih Jalur Kekeluargaan Untuk Mengganti Rugi

Indra Gunawan Marpaung (19) nahkoda KM. Suka Maju masih berada di Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. ‎Be

Menabrak Kapal Pukat Milik Nelayan, Pria Ini Pilih Jalur Kekeluargaan Untuk Mengganti Rugi
IST
Kondisi kapal nelayan tradisional saat dievakuasi ke Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Indra Gunawan Marpaung (19) nahkoda KM. Suka Maju masih berada di Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. ‎Bersama 24 orang awak kapal, mereka memilih jalur kekeluargaan.

Mereka siap mengganti rugi kerusakan KM. Rahmat yang dikemudikan Supriadi (61) serta Ayep (32) warga Letung, Kecamatan Jemaja.

Kapal Motor Suka Maju jenis pukat dengan berat ‎58 Gross Ton (GT) yang dikemudikan pemuda Tanjung Balai Asahan 3 April 1990 ini menabrak kapal motor Rahmat saat memancing ikan Tongkol sekitar 7 mil dari Laut Mangkai Minggu (1/9) sekitar pukul 5 sore.

Kondisi kapal nelayan tradisional saat dievakuasi ke Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.
Kondisi kapal nelayan tradisional saat dievakuasi ke Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. (IST)

Kapal pukat menabrak sebelah kanan kapal yang dikemudikan Supriadi.

Kapal berbobot 2 Gross Ton itu akhirnya tenggelam. Hanya haluan kapal saja yang terlihat. K‎apal selanjutnya ditarik dan sampai ke Pulau Jemaja sekitar pukul 3 dini hari.

"Saya mendapat informasi dari rekan HNSI di Jemaja. Ada niat dari kapal pukat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," ujar Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Dedy Syahputra Selasa (3/9/2019) sore.

Meski demikian, belum ada informasi lebih lanjut berapa nominal gantu rugi dari peristiwa itu.

Dedy memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian itu.

Dari informasi HNSI Kecamatan Jemaja, kerugian yang dialami nelayan pancing tradisional itu mencapai Rp 100 juta.

Masih diselidiki juga apakah kapal pukat melakukan pelanggaran zona tangkap atau tidak.

"Musyawarah kekeluargaan dilakukan oleh Ketua Kelompok Nelayan Sukamaju, Bang Alizar," ungkapnya.(tribunbatam.id/septyanmuliarohman)‎

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved