BATAM TERKINI

Orangtua Murid Pertanyakan Aturan Beli Seragam dan Buku, Begini Jawaban Kepsek SMPN 27 Batam

Orangtua murid mempertanyakan kebijakan SMPN 27 Batam terkait penjualan seragam dan buku pada siswa, begini jawaban Kepala Sekolah.

Orangtua Murid Pertanyakan Aturan Beli Seragam dan Buku, Begini Jawaban Kepsek SMPN 27 Batam
Tribunbatam.id/Ian Sitanggang
SMPN 27 Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Orangtua murid mempertanyakan kebijakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 27, Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam terkait penjualan baju seragam dan buku pada siswa. 

Baju seragam training dan baju Melayu ditawarkan seharga Rp 500 ribu, sementara harga buku senilai Rp 450 ribu.

Biaya tersebut dianggap sangat membebankan orangtua.

BS, orangtua siswa mengaku seragam dan buku disediakan oleh pihak sekolah yang katanya melalui koperasi sekolah.

"Kita tidak tahulah koperasi apa. Yang kita tahu waktu rapat katanya koperasi sekolah yang sediakan," kata BS.

Dia juga mengatakan, orangtua diharuskan beli baju seragam dari sekolah, agar warga dan modelnya sama.

Ditengah Defisit Anggaran, Ibu-ibu PKK Kota Batam Anggarkan Baju Seragam Hingga Setengah Miliar

"Kalau baju training kita tidak permasalahkan, karena harus pakai label sekolah. Tapi kalau baju Melayu banyak bisa dicari di pasar," kata BS.

Mengenai hal tersebut Kepala Sekolah SMPN 27 Borbor Hehe Tua Pasaribu, membenarkan hal tersebut.

Namun yang menyediakan bukan sekolah tetapi koperasi sekolah.

"Kalau seragam memang koperasi yang sediakan, agar seragam," kata Bobor.

Sementara untuk buku sendiri kata Bobor, siswa tidak dipaksa untuk beli, namun pihak koperasi mememang menyediakan buku jika siswa mau beli.

"Buku itukan dari kementerian, jadi susah nyarinya, kalau siswa bisa beli di luar silahkan, tapi kalau mau beli disekolah tidak dipaksa,"kata Borbor. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved