Perang Dagang Belum Berakhir, Amerika Naikkan Tarif, China Gugat ke WTO

Perang dagang China vs Amerika belum ada tanda-tanda berakhir.Terbaru China mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)

Perang Dagang Belum Berakhir, Amerika Naikkan Tarif, China Gugat ke WTO
Thinkstock.com/andriano_cz
Ilustrasi perang dagang 

"Pimpinan kami harus datang ke Jepang sehingga kami bisa mendiskusikan seberapa besar dampaknya dan bagaimana kami akan merespon," jelas salah seorang esksekutif Fast Retailing kepada Asia Nikkei.

Perusahaan mempertimbangkan untuk memindahkan sejumlah produksi ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Kamboja. Namun, Fast retailing mengaku, pemindahan ini juga menghadapi sejumlah kendala.

"Kami masih bergantung pada China untuk bahan baku. Sehingga kami masih mengalami tingginya biaya pembelian dan pengiriman produk yang telah jadi ke AS," bisik sumber tersebut kepada Asia Nikkei.

Jika perusahaan tidak dapat menanggungnya, maka hal itu akan dibebankan kepada konsumen.

Produsen jam juga tengah mempertimbangkan negara alternatif produksi. Seiko Holdings, misalnya. Perusahaan mempertimbangkan untuk memindahkan produksi barang-barang tertentu, sebagian besar arloji dengan harga di bawah US$ 500, ke Jepang dari China. Sementara, Citizen Watch berencana memindahkan produksi ke Thailand.

Informasi saja, selain kenaikan pajak yang diberlakukan Minggu (1/9), Washington juga berencana untuk mengerek pajak atas produk buatan China senilai US$ 250 miliar menjadi 30% dari sebelumnya 25% pada Oktober.

Berita ini terbit kontan

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved