ANAMBAS TERKINI

Picu Keributan dengan Pembeli Hingga Sepi Pengunjung, Pedagang Makanan Protes Pajak 10%

Sejumlah pedagang makanan di Anambas mulai ‎mengeluhkan kebijakan penerapan pajak 10 persen karena dinilai menyebabkan masalah baru bagi mereka.

Picu Keributan dengan Pembeli Hingga Sepi Pengunjung, Pedagang Makanan Protes Pajak 10%
TRIBUNBATAM.ID/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Pengusaha makanan di Anambas mulai mengeluhkan kebijakan pajak 10 persen yang membuat pembeli protes dan menyebabkan usaha sepi 

Picu Keributan dengan Pembeli Hingga Sepi Pengunjung, Pedagang Makanan Protes Pajak 10%

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Sejumlah pedagang makanan di Anambas mulai ‎mengeluhkan kebijakan penerapan pajak 10 persen.

Mereka memiliki beban moral bahkan bersitegang dengan pembeli yang tidak terima dikenakan pajak.

Penerapan pajak makan dan restoran memang diberlakukan Pemerintah Daerah setidaknya selama 2 tahun terakhir.

Pemerintah Daerah menilai perlu sumber pendapatan baru, salahsatunya mengenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selama ini, dana transfer dari pusat masih menjadi komponen utama pendapatan Anambas.

Daya beli masyarakat yang menurun, menambah panjang keluhan pedagang ini.

Pedagang Kaki Lima di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Yulian Zein salahsatunya.

Nama Jalan Nyleneh Tuai Protes, Ternyata Ini Tujuan Otoritas Bandara Letung Anambas

Pria yang sudah 26 tahun berjualan itu bingung ketika pedagang kali lima dikenakan pungutan pajak rumah makan dan restoran.

‎Ia pun semakin heran ketika ada kesan tebang pilih dalam penerapan pajak bagi PKL ini.

Halaman
12
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved