Gembong Narkoba 'El Chapo' Bikin Wasiat Ingin Sumbangkan Hartanya Senilai Rp173 Triliun, Ini isinya

Raja Narkoba yang dihukum karena narkoba, El Chapo, ternyata ingin melakukan sesuatu terhadap kekayaannya senilai Rp173 triliun

Gembong Narkoba  'El Chapo' Bikin Wasiat Ingin Sumbangkan Hartanya Senilai Rp173 Triliun, Ini isinya
thedailybeast.com
Bandar Narkoba Dunia El Chapo Keluarkan Wasiat 

TRIBUNBATAM.id - Raja Narkoba yang dihukum karena narkoba, El Chapo, ternyata ingin melakukan sesuatu terhadap kekayaannya senilai Rp173 triliun ketika dia meninggal nanti.

Sebelumnya diketahui bahwa El Chapo, sedang menjalani hukuman 30 tahun di penjara federal dengan keamanan maksimum di Colorado, AS.

Bos kartel, yang terkenal pernah melarikan diri dari penjara dua kali ini menjalankan bisnis kerajaan narkoba global.

Dari situ juga dia juga menghasilkan kekayaan miliaran dolar dari perdagangan ilegal.

VIRAL, Cowok Ini Nantang Badai dengan Headbang Pakai Lagu Slayer

Pria Singapura Ditahan Kepolisian Gegara Beli Tiket Untuk Temani Istrinya di Ruang Transit

EL Chapo
The New York Times, EL Chapo

 Dilansir dari Daily Star, Kamis (5/9/2019), El Chapo dikabarkan telah memohon kepada Presiden Meksiko untuk menyumbangkan uang kekayaan hasil bisnis narkobanya yang disita negara.

Pengacaranya Jose Luis Gonzalez Meza dan Juan Pablo Badillo Soto, mengklaim permintaannya itu diajukan saat raja narkoba itu menelepon ibu, saudara perempuan dan anak perempuannya pada bulan Agustus.

Dia meminta agar uang narkoba yang disita diberikan kepada masyarakat adat di Meksiko.

El Chapo
cnn.com, El Chapo

Meza mengatakan: "dia menyetujui uang yang ingin diambil oleh pemerintah Amerika Serikat darinya, senilai lebih dari £ 9,8 miliar (setara dengan sekitar Rp173 triliun) harus diberikan kepada Meksiko."

Pernyataan para pengacara tersebut muncul setelah Senat mempromosikan pembentukan barang repatriat komisi binasional yang disita dari penjahat asing yang dihukum oleh pengadilan AS.

Mengenai kemungkinan pemulangan kekayaan raja narkoba Meksiko, pengacaranya Badillo Soto mengatakan bahwa persidangan kliennya tidak sah karena tidak ditempatkan di depan pihak berwenang yang meminta penangkapannya di San Diego.

Sebaliknya dia muncul di New York di mana dia menjadi subjek percobaan 11 minggu besar-besaran.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved