ANAMBAS TERKINI

Ngaku Beli Sabu dari Tanjungpinang, Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti Ini di Rumah Iwan Salam

Satreskrim Polres Anambas mengamankan sejumlah barang bukti saat menciduk Iwa Salam yang kedapatan memiliki sabu seberat 11,08 gram.

Ngaku Beli Sabu dari Tanjungpinang, Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti Ini di Rumah Iwan Salam
TRIBUNBATAM.ID/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Sejumlah barang bukti yang ditemukan saat polisi menggrebek Iwan Salam di tempat tinggalnya di Siantan, Anambas. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Sepak terjang Herwandi alias Iwan Salam (39) terhenti setelah diciduk Satreskrim Polres Anambas saat berada di tempat tinggalnya di salahsatu dusun di Kecamatan Siantan, Rabu (4/9/2019) sekitar jam 03.00 WIB.

Penangkapan Iwan Salam merupakan hasil pengembangan dari penangkapan Azwar alias War (43) yang diungkap Polres Anambas sebelumnya.

Tidak hanya menemukan kristal bening jenis sabu seberat 11,08 gram yang dibungkus plastik bening.

Dari hasil penggeledahan, terdapat timbangan elektronik di tempat tinggal tersangka itu.

Selain itu, ada smartphone berwarna kuning keemasan yang biasa digunakan tersangka untuk berkomunikasi.

Pengakuan mengejutkan muncul dari mulut Iwan Salam. Kepada penyidik, narkotika jenis sabu itu diperoleh dari Tanjungpinang.

Barang haram ini dibawa oleh pria berinisial Ah sebanyak 5 paket.

Jika Berhasil Loloskan Sabu ke Semarang, Fahrul Dijanjikan Upah Rp 50 Juta

Tidak hanya itu, dari pengakuannya barang haram ini bahkan dibantu modal oleh S yang saat ini masih buron dengan dana Rp 5 juta.

Sabu ini kemudian dibagi menjadi paket kecil dan dijual oleh S sebanyak 5 paket kecil. Selain itu barang haram juga diberikan kepada Azwar alias War yang sudah ditangkap.

"Setelah dilakukan interogasi, tersangka‎ mengakui semua barang bukti tersebut miliknya," ujar Kasubag Humas Polres Anambas, Iptu Djulmi kepada Tribun Batam Jum'at (6/9/2019) pagi.

Nomor lapran LP-A/11/IX/2019/SPKT-Kepri/Anambas jadi dasar Iwan Salam harus meringkuk di jeruji besi Polres Anambas.

Ia pun terancam mendekam di sel sampai 5 hingga 20 tahun penjara. ‎Pasal 114 ayat (2) dan/atau 112 ayat (2) Jo 132 ayat (1) Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kami masih mengembangkan kasus ini. Sesuai arahan pimpinan, narkoba menjadi atensi dan persoalan yang serius," ungkapnya. (tribunbatam.id/septyanmuliarohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved