Siap-siap, Berlangganan Netflix dan Spotify Bakal Kena Pajak

Kementerian Keuangan akan mengenakan PPN pelanggan layanan jasa dari perusahaan luar negeri yang memiliki layanan di Indonesia

Siap-siap, Berlangganan Netflix dan Spotify Bakal Kena Pajak
TRIBUNNEWS/HARI DARMAWAN
llustrasi Netflix 

TRIBUNBATAM.id - Kementerian Keuangan akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pelanggan layanan jasa dari perusahaan luar negeri yang memiliki layanan di Indonesia misalnya saja Netflix dan Spotify.

Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan, rencana itu sudah termuat di dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian.

"Nanti kami tunjuk Subyek Pajak Luar Negeri (SPLN) nya untuk memungut, menyetor dan laporkan PPN (pelanggan)," ujarnya saat bincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Catet, Inilah Daftar Rute Lion Air yang Tarifnya Diskon Hingga 50 Persen

EMAS ANTAM - Hari Ini (6/9) Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 di Level Rp 765.000

 

Saat ini Ditjen Pajak mengakui kesulitan menarik PPN dari penyedia layanan media streaming karena belum keterbatasan aturan.

Oleh karena itu aturan baru dibuat sehingga Ditjen Pajak bisa menunjuk SPLN. Pemerintah sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian. Diharapkan tahun ini RUU ini bisa masuk ke DPR dan bisa rampung pada 2020 mendatang.

"Kami enggak punya hak sekarang. Harus ada orangnya di sini. Contoh Netflix enggak ada di Indonesia, fine. Sekarang kalau digunakan di Indonesia dia tetap kena pajak karena konsumsinya terjadi di Indonesia," kata dia.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved