Pemko Serang, Banten Belajar Tapping Box ke Batam: Kami Butuh Resep-resepnya

Wakil Wali Kota Serang, Provinsi Banten, Subadri Usuludin dan rombongan, belajar tapping box ke Batam.

Pemko Serang, Banten Belajar Tapping Box ke Batam: Kami Butuh Resep-resepnya
ist
Wali Kota Batam, Rudi salam komando dengan Wakil Wali Kota Serang, Provinsi Banten, Subadri Usuludin di Gedung Wali Kota Batam, Jumat (6/9/2019). 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Wali Kota Serang, Provinsi Banten, Subadri Usuludin dan rombongan, belajar tapping box ke Batam.
Mereka datang Jumat (6/9/2019) ke Gedung Wali Kota Batam.

Subadri mengatakan, Batam sudah menjadi kota sukses dan diperbincangkan di luar sana, khususnya daerah Jawa. Karena itu, mereka memilih Batam untuk menambah ilmu seputar pengelolaan pajak daerah agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Kehadiran kami juga atas inisiasi Bank Banten. Harapannya, ke depan Bank Banten bisa jadi mitra kami seperti Pemko Batam bermitra dengan Bank Riau Kepri," kata Subadri.

Ia mengatakan, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di Serang, belum sebesar Kota Batam.
 
Ia berharap setelah pulang dari Batam, ilmu yang didapat bisa segera diterapkan, sehingga dapat menaikkan angka APBD di daerahnya.

"Kami butuh resep-resepnya," ujarnya.

Wali Kota Batam, Rudi mengatakan, sejak di masa kepemimpinannya, dan atas arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), semua pelayanan di Pemko Batam sudah terintegrasi.
Batam memiliki Mal Pelayanan Publik yang berisi 402 layanan perizinan dan non perizinan baik Pemko Batam, Pemprov Kepri, maupun instansi vertikal.

"Perizinan sudah kami tumpukan di sana. Proses mudah. Ada Bank Riau Kepri juga di sana. Artinya tidak ada ketemu orang dengan orang, kecuali proses awal," kata Rudi.

Untuk prosesnya sendiri, bisa sehari, dua hari, tiga hari tergantung kelengkapan izin. Jika ingin prosesnya cepat, Rudi minta semua persyaratan dan dokumen dilengkapi. Proses perizinan itu juga dimonitor Menko Perekonomian melalui sistem online single submission.

Terkait tapping box, Rudi menjelaskan, ada beberapa kendala. Di antaranya tak semua objek pajak memiliki teknologi pendukung. Karena itu dari target 1.000 tapping box, hingga saat ini baru terpasang 519 unit.

"Rupanya di lapangan tak mudah. Yang level menengah ke atas bisa kita paksa langsung pasang. Yang menengah ke bawah kan tak sampai hati. Tapi kalau semua sudah tapping box, pajak daerah bisa naik lagi ini," kata Rudi.
 


Ia berpesan, apabila Pemko Serang ingin menerapkan tapping box, harus memperhatikan dua hal. Pertama dari sisi internal, yakni integritas petugas. Kedua dari sisi eksternal, yaitu wajib pajak.

"Kalau keduanya punya niat sama, maka akan jalan. Pegawai kita harus diberi tahu juga. Jangan sampai malah pegawai kita yang main-main. Percuma pakai sistem," ujarnya. (*/wie)
 
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved