BATAM TERKINI

Warga Papua di Batam Gelar Deklarasi Papua Damai, Ini Harapan Mereka

Belasan warga asal Provinsi Papua dan Papua Barat di Batam, Provinsi Kepri menggelar deklarasi damai, Jumat (6/9/2019) malam.

Warga Papua di Batam Gelar Deklarasi Papua Damai, Ini Harapan Mereka
TRIBUNBATAM. ID/LEO HALAWA
Pendeta Mainus Wonda asal Kabupaten Nabire (baju Batik merah) dan Henu pemuda asal Kota Jayapura, yang berdomisili di Batam, gelar deklarasi damai bersama belasan warga Papua dan Papua Barat, Jumat (6/9/2019) malam. TRIBUNBATAM. ID/LEO HALAWA 

TRIBUNBATAM.id,  BATAM - Belasan  warga asal Provinsi Papua dan Papua Barat di Batam, Provinsi Kepri menggelar deklarasi damai,  Jumat (6/9/2019)  malam.

Mereka mendukung upaya pemerintah agar menjaga stabilitas kedamaian dan keamanan kedua provinsi paling Timur Indonesia itu.

Ketua Ikatan Masyarakat Papua Kepri Yoseph Ronsumbre menduga ada provokator yang sengaja membuat Papua dan Papua Barat rusuh pekan lalu.

"Yang bilang Papua dan Papua Barat bukan Indonesia siapa?  Saya sebagai anak Papua dari Kabupaten Biak Numfor menyatakan menolak provokatif di tanah Papua. Kita ingin kedamaian. Papua adalah bagian dari Indonesia. NKRI harga mati," ujarnya kepada Tribun.

Hal yang sama diungkapkan Pendeta Mainus Wonda (45) asal Kabupaten Nabire. Pria yang sehari-harinya melayani jemaat Gereja Injili Indonesia (GIDI) menuturkan,  Papua tetap Indonesia.

"Yang kemudian,  ada orang yang berteriak merdeka itu bukan anak Papua. Mereka hanya lah provokator. Kita masyarakat Papua ciri-ciri karakter adalah cinta perdamaian. Kita dukung pemerintah lebih fokus bangun Papua," kata Pendeta Mainus.

Perbedaan Gaya Syahrini dengan Maia Estianty Naik Pesawat Jet Mewah, Tasnya Super Mahal

Terpergok Tanpa Busana dengan Istri Orang di Kamar, Oknum Polisi Ini Syok Dilaporkan ke Propam

 

Pendeta Mainus juga menyayangkan,  demonstrasi yang terjadi di bumi Cendrawasih pekan lalu. Yang mengakibatkan korban. Baik dari pihak masyarakat sipil maupun dari aparat. Kedua belah pihak ini adalah anak-anak bangsa.

"Yang rugi semua kita. Padahal,  dalam ajaran kasih tidak boleh saling memusuhi. Harus kedepankan kasih. Sekarang pemerintah fokus bangun Papua dan Papua Barat. Untuk itu,  kita tetap mendukung Papua tetap bagian dari ibu Pertiwi Indonesia," katanya.

Henu (22) Tokoh Pemuda Kota Jayapura juga mengatakan keinginannya,  Papua tidak mengenal kata referendum. Pemuda ini mengatakan,  seharusnya masyarakat Papua yang berdomisili di sana, mengawal dan menikmati pembangunan yang sedang digalakan pemerintah.

Henu meminta pemerintah agar tetap fokus bangun Papua dan Papua Barat.

"Kita damai saja lah. Bekerja sudah. Kalau yang kuliah di luar daerah tetap belajar dengan baik. Kita dibutuhkan Papua. Kepada orang tua kami di Papua, kami di Batam sehat. Bukan Papua merupakan daerah cinta damai?  Kalau begitu,  sudahi provokatif yang membuat kita rugi," katanya. (tribunbatam.id/leo Halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved