Mantan Kepala Cabang PDAM Karimun Diamankan Kejaksaan, Direktur Tunjuk Arman Pemimpin Definitif

Arman ditunjuk secara langsung setelah pihak perusahaan melihat kinerjanya selama menjabat sebagai PLT Kepala Cabang

Mantan Kepala Cabang PDAM Karimun Diamankan Kejaksaan, Direktur Tunjuk Arman Pemimpin Definitif
Tribun Batam/Elhadif Putra
Pemerintah Kabupaten Karimun melalui PDAM Tirta Karimun akan melakukan sambungan rumah (SR) sebanyak 5.000 ke rumah warga pada 2017 mendatang 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kepala Cabang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun Tanjung Batu diganti.

Pergantian ini dilakukan setelah pejabat yang lama ditangkap oleh Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjung Batu karena terkait kasus tindak pidana korupsi.

Saat ini Kepala Cabang PDAM Tirta Karimun Tanjung Batu dijabat oleh Arman, yang sebelumnya ditunjuk sebagai PLT.

Petugas Imigrasi Datangi Pemohon Saat Infus Masih Menempel di Tangan, Program Layanan Mobile SPRI

Eks Pelatih Persib Bandung Kritik Penampilan Ezechiel N Douassel di Putaran Pertama Liga 1 2019

Pengakuan Ibu Fatir Ahmad Korban Bullying Sampai Meninggal, Kronologi hingga Kondisi Kritis di RS

"Setelah keluar keputusan dari kejaksaan maka kepala PDAM Tanjung Batu dijabat Arman. Kemarin masih PLT sekarang sudah defenitif," kata Direktur Utama PDAM Tirta Karimun, Indra Santo, Senin (9/9/2019).

Indra menyebutkan Arman ditunjuk secara langsung setelah pihak perusahaan melihat kinerjanya selama menjabat sebagai PLT Kepala Cabang.

Penunjukan ini juga berdasarkan penilaian terkait pejabat yang bersih, tidak terlibat kasus apapun, loyal dengan perushaaan, pekerja keras dan jujur.

"Sekarang sebagai Kepala Cabang dia bertanggung jawab. Dia juga siap menanggung tanggung jawab. Sebelumnya dia juga bekerja di PDAM sebagai Kasi Hubungan Langanan," papar Indra.

Diketahui sebelumnya, Mantan Kepala Cabang PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu Zulkarnain SE dan staf produksi PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu Novie Irwien diamankan kejaksaan.

Setelah menjalani serangkaian proses hukum, Zulkarnain divonis 4 tahun 6 bulan penjara.

Selain itu, terdakwa juga didenda Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti Rp10 juta Subsidair 3 tahun 3 bulan.

Termasuk dibebankan biaya perkara Rp10.000.

Sementara terdakwa Novie Irwien dipidana penjara 5 tahun penjara, denda Rp.200 juta subsidair 2 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp.338.815.650 Subsidair 3 tahun 3 bulan.

Sidang pembacaa putusan kedua terdakwa dibacakan Hakim Ketua Santonius Tambunan SH MH pada sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (16/5/2019). (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved