BATAM TERKINI

Soal Pembangunan Jalan Tol 25 KM di Batam, PJN Wilayah I Kepri Tunggu Informasi dari Pusat

Kepala Satker PJN wilayah I Kepri, Endry Z Djamal mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi terkait pembangunan jalan tol di Batam

Soal Pembangunan Jalan Tol 25 KM di Batam, PJN Wilayah I Kepri Tunggu Informasi dari Pusat
Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah
Ilustrasi jalan tol 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wacana pembangunan jalan tol di Batam yang belakang kembali mencuat setelah Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya, Agung Fajarwanto memberi pernyataan kepada media, hampir 70 persen struktur jalan tol di Batam yang bakal dikembangkan, akan dibuat melayang atau elevated.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyusun trase Jalan Tol Dalam Kota Batam.

Targetnya, penyusunan trase untuk ruas yang akan digarap PT Hutama Karya (Persero) tersebut, selesai akhir tahun 2019 ini.

Dimintai tanggapannya, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) wilayah I Kepri, Endry Z Djamal mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV, terkait pengerjaan jalan tol di Batam.

Saat ini belum ada perkembangan terbaru.

"Kami berharap (jalan tol Batam) dapat terealisasi segera. Dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) sangat kami perlukan untuk percepatan pelaksanaan," kata Endry melalui pesan whatsapp-nya.

Sebelumnya diberitakan, saat pertemuan antara perwakilan kementerian dan konsultan pembangunan jalan di Batam, Wali Kota Batam, Rudi usul untuk memilih jalur yang berbeda dari perencanaan sebelumnya terkait pengerjaan jalan tol di Batam.

Pemerintah Pusat Bakal Bangun Jalan Tol 25 Km di Batam, Begini Penjelasan BP Batam

Jalan Tol Sepanjang 25 Km di Batam Ini Akan Dibangun Melayang Lewati Pemukiman Padat Penduduk

"Dalam pertemuan itu, pak wali pilih jalur dari bandara tembak ke Batam Center, dekat kantor BP, Pemko, langsung ke Pelabuhan Batuampar. Kemudian dari celah-celah dekat Pemko dan BP baru dibuat tembus ke Mukakuning," kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar, Juli lalu.

Sengaja dipilih jalur lain, bukan jalur yang sudah ada saat ini. Pertimbangannya, jika tapak jalan tol itu dibuat di jalur yang sama di fly over, relatif tetap membuat kemacetan di jalan. Khususnya di saat kendaraan akan turun jalan tol.

Sementara tujuan pembangunan jalan tol ini, diharapkan bisa menjadi solusi untuk kemacetan kendaraan di Batam ke depannya. Di samping untuk mempermudah dan memperlancar arus keluar-masuk barang dari kawasan industri ke pelabuhan atau bandara.

"Makanya dipilih jalur lain. Dari bandara ke tepi pantai. Awalnya kita berpikir lewat laut. Tapi biayanya besar dan harus memproyeksi beberapa tahun ke depan, kalau di teluk itu ada pengembangan. Makanya kita pilih pantai, masuk ke Bengkong, Batuampar," ujarnya.

Dikatakan, tim saat ini sedang mengkalkulasi hitung-hitungan angkanya. Termasuk soal Detailed Engineering Design (DED). Ditegaskan, DED-nya nanti tergantung titik koordinat yang dipilih. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved