Kipas Mesin KM Bukit Raya Rusak, Penumpang Terpaksa Pakai Pompong, Agen Pelni Selidiki Kerusakan

Kepala Agen Pelni Tarempa Muhammad Ikhsan kerusakan KM Bukit Raya dan kini dalam perbaikan di Tanjungpinang

Kipas Mesin KM Bukit Raya Rusak, Penumpang Terpaksa Pakai Pompong, Agen Pelni Selidiki Kerusakan
TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika
Para penumpang KM Bukit Raya terpaksa harus turun dari kapal setelah KM Bukit Raya mengalami kerusakan di bagian kipas mesin, Selasa (10/9/2019). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kepala Agen Pelni Tarempa Muhammad Ikhsan kerusakan KM Bukit Raya dan kini dalam perbaikan di Tanjungpinang.

"Sekarang lagi di Tanjungpinang, sedang dipelajari apanya yang rusak, kalau memang di Tanjungpinang tidak memungkinkan perbaikan, nanti akan langsung dibawa ke Jakarta," ucap Ikhsan kepada tribunbatam.id, Rabu (11/9/2019).

Ikhsan mengatakan, saat Bukit Raya tidak berlayar lagi, saat itu ada 92 penumpang yang turun 251 penumpang yang naik serta ada 385 penumpang lanjutan.

Menurut Ikhsan, saat itu seluruh penumpang baik yang turun maupun yang naik diangkut dengan kapal kayu jenis pompong.

Sementara untuk ongkos kapal kayu tersebut diluar tiket kapal. Penumpang dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu.

Hasil Akhir Persipura Jayapura vs Persija Jakarta, Boaz Cetak Gol Indah, Mutiaran Hitam Menang 2-0

Meski Sudah Dilarang, Aktifitas Pembangunan Rumah di Hutan Lindung Batam Masih Berlangsung

Plt Gubernur Kepri Isdianto Minta Plang Pembangunan Jalan Dipasang, Sebut Pemprov Juga Ikut Membantu

Ia juga menyebutkan untuk saat ini penjualan tiket KM Bukit Raya di Tanjungpinang tidak melayani pembelian tiket atau sedang tutup.

KM Bukit Raya terpaksa tidak sandar ke pelabuhan Tarempa dikarenakan mengalami kerusakan di bagian kipas mesin.

"Lumayan takut kak, kita ni bawa barang banyak juga, harus turun pakai kapal lagi, apalagi bawa anak juga ni," ujar Rini seorang penumpang yang tampak kelelahan.

Para penumpang harus merogoh uang sebesar Rp 10 ribu untuk biaya antar jemput ke Pelabuhan Tarempa, dan untuk pengantaran penumpang ke KM Bukit Raya.

"Iya saya harus bayar sepuluh ribu untuk naik ke kapal. Kalau sendiri kan tak masalah, kalau berkeluarga susah juga, belum lagi barang-barang kita ni kan, ujar salah satu penumpang KM Bukit Raya.

Tak hanya di Pelabuhan Tarempa saja hal ini terjadi, di Natuna kendala yang sama juga turut terjadi, penumpang yang naik dan turun juga mengalami pengangkutan di tengah laut.

Diketahui pada bulan Maret lalu KM Bukit Raya baru saja melakukan docking. Namun, malah mengalami kerusakan.
(tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved