Cerita Imam Bachroni Tentang Jembatan Barelang yang di Desain BJ Habibie Hingga Jadi Ikon Kota Batam

Jembatan seperti ini belum ada kala itu. Sengaja dibuat beda, supaya semua engineer Indonesia bisa belajar

Cerita Imam Bachroni Tentang Jembatan Barelang yang di Desain BJ Habibie Hingga Jadi Ikon Kota Batam
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Imam Bachroni, Kepala Kantor Lahan BP Batam 

Habibie di Mata Imam Bachroni, Kepala Kantor Lahan BP Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Sosok BJ Habibie sangat membekas di ingatan orang-orang yang pernah bekerja dengannya.

Ia mampu membuat banyak pegawai Otorita Batam (OB) sebelum jadi Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang tadinya hanya niat bertugas beberapa bulan di Batam, bertahan.

Dan akhirnya memberikan dedikasi mereka untuk ikut membangun Batam. Dari semula Batam tidak ada apa-apanya, hingga seperti sekarang, menjadi tujuan investasi dari negara-negara luar.

Sebut saja seperti mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mustofa Widjaja, kemudian Kepala Kantor Lahan BP Batam, Imam Bachroni dan beberapa pegawai eselon II BP Batam lainnya.

Mengenang BJ Habibi di BP Batam, Banyak Sekolahkan Pegawai BP Batam ke Luar Negeri

Imam misalnya. Semula ia bekerja sebagai konsultan LAPI ITB. Tadinya Imam hanya berencana 6 bulan tugas di Batam. Suatu hari, ia dan rekan-rekannya diajak ke Wisma Batam di Sekupang. Di situ mereka mendengar petuah Habibie, bagaimana pandangannya terhadap Batam ke depan, dan apa yang harus mereka lakukan.

"Dari situ, semua yang dengar ceramah beliau selalu tergugah bagaimana membangun Batam," kata Imam, Kamis (12/9).

Akhirnya, sekira tahun 1991 atau 1992, Imam memutuskan bergabung di BP Batam.

Jabatan pertamanya saat itu, Kasi Konstruksi Bangunan BP Batam. Secara pribadi, Imam menilai Habibie sebagai sosok pemimpin, guru, orangtua yang sangat egaliter.

Wujudkan Mimpi, Valentino Rossi Keliling Kampung Halaman Pakai Motor Balap

"Contoh sederhananya, saat itu ada masalah dengan pembangunan jembatan di Barelang. Pimpinan saat itu, Direktur Pembangunan, Pak Rustam lapor progresnya," ujarnya.

Pertanyaan pertama Habibie kala itu, adalah siapa perencananya, dan siapa kontraktornya. Untuk informasi, kontraktor pengerjaan jembatan Barelang saat itu semuanya kontraktor nasional. Habibie tidak marah, jawabannya singkat.

"Ya diperbaiki. Mumpung menterinya masih engineer, ini tanggungjawab saya. Masih tahap belajar," kata Imam.

Dari pemikiran Habibie pula, akhirnya Batam memiliki Bandara Hang Nadim, dengan panjang runway 4.025 meter, dan disebut-sebut terpanjang di Indonesia dan nomor dua di Asia Tenggara setelah Malaysia. Selain itu, dibangun pula Jembatan Barelang yang memiliki enam jembatan. Masing-masing jembatan memiliki tipe yang berbeda.

"Jembatan seperti ini belum ada kala itu. Sengaja dibuat beda, supaya semua engineer Indonesia bisa belajar," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved