Kabut Asap Kembali Serbu Malaysia, Mahathir Akan Surati Presiden Jokowi

Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad akan menulis surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan keprihatinannya tentang kabut asap

Kabut Asap Kembali Serbu Malaysia, Mahathir Akan Surati Presiden Jokowi
Malay Mail
Kabut asap yang menutupi langit Kuala Lumpur yang diduga berasal dari Indonesia 

Menteri Kehutanan Indonesia, Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa kondisi ini harus dilihat "lebih obyektif" karena kabut asap juga berasal dari karhutla di Malaysia.

Sebagai tanggapan, Yeo mengatakan bahwa mereka menghimpun data dari Asean Specialized Meteorological Centre, stasiun cuaca yang berbasis di Singapura.

Yeo mengatakan, hanya lima titik api yang terdeteksi di Malaysia hari ini, sementara di Indonesia tercatat lebih dari 1.500 titik api alias hotspot.

“Data jelas menunjukkan bahwa kabut berasal dari Indonesia,” katanya.

Malaysia menutup ratusan sekolah dan mengirim setengah juta masker wajah ke negara bagian Sarawak di pulau Kalimantan minggu ini, setelah asap naik ke tingkat yang tidak sehat.

Pemerintah juga telah menyiapkan pesawat untuk penyemaian awan dengan harapan menghasilkan hujan, kata Yeo.

Beberapa bagian Asia Tenggara telah mengalami kondisi kering yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir termasuk Indonesia, akibat pola badai tropis El Nino.

Ribuan orang Indonesia berdoa untuk hujan di kota-kota yang dilanda kabut asap di pulau Sumatra dan Kalimantan.

Seorang warga berkostum spiderman ikut membantu petugas pemadam kebakaran memadamkan api di titik kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau
Seorang warga berkostum spiderman ikut membantu petugas pemadam kebakaran memadamkan api di titik kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau (TribunPekanbaru.com/Theo Rizky)

Di Selangor, wilayah yang dekat dari Kuala Lumpur, puluhan sekolah diliburkan, lapor Kantor Berita Bernama.

Departemen Pendidikan Selangor, dalam sebuah pernyataan di sini hari ini, mengatakan ada 29 sekolah yang ditutup mulau Rabu besok yang melibatkan total 45.265 siswa.

Indeks Pencemar Udara (API) di wilayah tersebut mencapai 200.

Pembacaan API dari nol hingga 50 menunjukkan kualitas udara yang baik; 51 hingga 100, sedang; 101 hingga 200, tidak sehat; 201 hingga 300, sangat tidak sehat dan 300 ke atas, berbahaya.

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved