news

Ternyata Pembunuh Hadryil Choirun Nisa, Pemilik Cafe Penjara Di Gresik adalah Temannya Sejak Kecil

Hadryil Choirun Nisa, pemilik Cafe Penjara di Gresik, tewas dibunuh pada Selasa (10/9/2019). Pembunuh adalah temannya sejak kecil.

Ternyata Pembunuh Hadryil Choirun Nisa, Pemilik Cafe Penjara Di Gresik adalah Temannya Sejak Kecil
Tribun News.com
Pembunuh Pemilik Cafe Ternyata Teman Kecilnya 

Sampai saat ini, jenazah korban masih diotopsi di ruang kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.

Korban Hadryil Choirun Nisaa semasa hidupnya (kiri) dan jasadnya di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik, Rabu (11/9/2019).
Korban Hadryil Choirun Nisaa semasa hidupnya (kiri) dan jasadnya di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik, Rabu (11/9/2019). (surya.co.id/istimewa/sugiyono)

Sedangkan ibunda korban saat mengetahui sosok pembunuhnya hanya bisa meratap.

"Padahal ia masih teman, dan saya anggap keluarga sendiri. Orangtuanya juga baik dan pernah usaha bersama dengan almarhum ayahnya," ucapnya terisak.

5. Penampakan Cafe Milik Hadryil

Cafe Penjara di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, yang menjadi lokasi pembunuhan Hadryil Choirun Nisa'a (25), ternyata sudah tidak beroperasi selama beberapa bulan.

Dari pantauan SURYA.co.id, kafe tersebut berada di lahan yang luasnya sekitar 20 m x 50 m.

Di pintu gerbang ada tulisan Cafe Penjara dalam font besar.

Sedangkan tembok pagar diberi gambar-gambar agar menarik pengunjung kafe.

Bangunan kafe sendiri seluas 6 m x 8 m, menghadap ke utara.

Di lahan tersebut ada bangunan seluas 6 X 8 meter, menghadap ke Utara.

Bangunan tersebut yang dimanfaatkan menjadi kafe, yang dikelola dan dijaga oleh pelaku pembunuhan berinisial SA.

Kafe tersebut diberi nama Cafe Penjara karena dekat dengan rumah tahanan kelas II B Gresik di Jl Raya Cerme Desa Banjarsari Kecamatan Cerme.

6.Hendak Dikubur di Dalam Cafe Penjara

Rencananya korban akan dikubur di dalam area kafe menggunakan cangkul.

"Korban digeletakkan di pos penjagaan samping pintu gerbang dalam karung sak sambil dibubuhi serbuk kopi. Kemudian akan dikubur di area kafe itu, tapi terburu tertangkap," imbuhnya.

Sementara, pengakuan Ayub, mengaku nekat merampas perhiasan Nisa karena terbelit hutang sekitar Rp 5 Juta.

"Saya hanya mengincar perhiasan dan HPnya. Ternyata dia memberontak. Saya langsung menyekapnya. Tidak ada niatan untuk membunuhnya," kata Ayub.

Ayub mengatakan, korban dengan dirinya sudah kenal sejak kecil. Korban juga pernah berjualan di dalam kafe.

Bahkan, almarhum bapak korban juga pernah bisnis bersama dengan ayah Ayub.

"Sudah kenal sejak kecil dengan Nisa, sehingga karena saat minta perhiasannya memberontak, langsung saya bekap. Ternyata meninggal dunia," imbuhnya.

7. Lampiaskan Nafsu Setelah Lucuti Harta Korban

Setelah mengambil perhiasan dan ponsel, pelaku sempat mengeluarkan sperma ke tubuh korban sebagai bentuk pelampiasan nafsu birahinya.

Setelah itu pelaku keluar dari kafe seorang diri dengan mengendarai motor dan membawa tas beserta perhiasan korban ke rumah yang tidak jauh dari kafe tersebut.

Sampai di rumah, pelaku mandi dan sempat ngopi di warkop.

Aksi pembunuhan itu terungkap ketika warga curiga ada seorang diri keluar kafe. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 7 Fakta Pembunuhan Wanita Pemilik Cafe Penjara: Lampiaskan Nafsu Setelah Lucuti Harta Korban, https://www.tribunnews.com/regional/2019/09/11/7-fakta-pembunuhan-wanita-pemilik-cafe-penjara-lampiaskan-nafsu-setelah-lucuti-harta-korban?page=all

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved