Polres Tanjungpinang SP3 Kasus Bobby Jayanto

Bobby Jayanto lega, Polres Tanjungpinang keluarkan SP3 kasus dugaan SARA. Kuasa hukum Bobby Jayanto, Zudy Fardy, SH senang mendengar polisi telah mela

Polres Tanjungpinang SP3 Kasus Bobby Jayanto
TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra
Bobby Jayanto 

TRIBUNBATAM.idTANJUNGPINANG- Bobby Jayanto lega, Polres Tanjungpinang keluarkan SP3 kasus dugaan SARA.

Kuasa hukum Bobby Jayanto, Zudy Fardy, SH senang mendengar polisi telah melakukan SP3.

"Kami bangga kepada pihak kepolisian, sebab sudah bekerja, dan menilai sebuah kasus sangat bijak," ucapnya saat dihubungi Tribubatam.id, Jumat (13/09/2019).

Disampaikannya, dengan rasa keadilan yang diberikan kepolisian sudah membuktikan, bahwa, kepolisian sangat luar biasa menciptakan kondisi kamtibmas yang sejuk, dan damai.

"Apalagi dalam kasus ini, pelapor, serta tokoh, dan orang tua kami di Kepri ini sudah duduk bersama untuk menjaga Kepri, khususnya Tanjungpinang damai," ujarnya.

Ia meyakini, bahwa kliennya akan membangun Kepri dengan penuh perjuangan, dan cinta bersama-sama.

"Dengan posisi saat ini telah dilantik sebagai anggota DPRD Kepri, kami yakin, pasti akan lebih banyak lagi klien kami berbuat untuk kota Tanjungpinang yang tercinta ini," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasus yang sedang menjerat anggota DPRD Kepri Bobby Jayanto sudah pada titik akhir penyelesaian.

Dimana polisi sudah melalukan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara) pada Selasa, (09/09/2019) kemarin.

"SP3 hasil gelar perkara pada selasa kemarin," ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie, Jumat (13/09/2019).

Ia mengatakan, hal itu dilakukan sudah sesuai prosedur. Selain, pelapor, dan terlapor sudah berdamai dan saling memaafkan, ada kepentingan lebih besar untuk kedamaian, dan kenyamanan Kota Tanjungpinang.

"Sebab itu, para tokoh pun sudah tidak mempersoalkan lagi, yang bersangkutan juga sudah meminta maaf kepada para tokoh-tokoh kita di Kepri, dan Tanjungpinang," ujarnya.

Disampaikannya, kepolisian pun menggunakan diskresi dengan menyelesaikan perkara dengan restoratif justice.

"Kita akan buat tembusan ke kejaksaan kalau kasus ini sudah dihentikan. Sebab, sebelumnya sudah SPDP," ucapnya.(Tribunbatam.id/ endrakaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved