Efek Penutupan Terowongan Pelita, Setiap Pagi dan Sore Jalan Seraya Atas Macet

Sejak terowongan Pelita ditutup pekan lalu, terjadi kemacetan di Seraya Atas menuju ke Kepri Mall

Efek Penutupan Terowongan Pelita, Setiap Pagi dan Sore Jalan Seraya Atas Macet
TRIBUNBATAM.id/Leo
Sejak terowongan Pelita ditutup pekan lalu, terjadi kemacetan di Seraya Atas menuju ke Kepri Mall, Jumat (13/9/2019) 
TRIBUNBATAM.id,  BATAM - Sejak terowongan Pelita ditutup pekan lalu, terjadi kemacetan di Seraya Atas menuju ke Kepri Mall. Tidak hanya itu,  dari arah Sei Panas menuju ke Kepri Mall juga mengalami hal yang sama. 
Pantauan Tribunbatam.id dua hari terakhir,  waktu kemacetan terjadi pagi dan sore hari. Hal ini disebabkan,  arus pekerja yang pergi dan pulang. 
Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam mengumumkan  memulai perbaikan terowongan Pelita tahap I, Kamis (5/9/2019)
Jalan yang menghubungkan kawasan Sei Panas-Nagoya dan sebaliknya ini, akan ditutup sebagian, per 5 September.
Jalan yang ditutup, yakni jalur dari Sei Panas atau Jalan Laksamana Bintan menuju Nagoya.
Sedangkan jalur dari Nagoya menuju Sei Panas, masih tetap dibuka, alias pengendara tetap bisa melintas di terowongan itu.
 
Sementara bagi pengendara dari arah Sei Panas menuju Nagoya, akan dialihkan melalui jalur di sebelah kiri terowongan, kemudian di u-turn, belok ke kanan, lanjut ke arah Nagoya. Perbaikan Terowongan Pelita, diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 bulan.
Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Boy Zasmita membenarkan adanya penutupan jalan di Terowongan Pelita ini.
"Ya, informasinya benar," kata Boy, sebelumnya kepada wartawan.
Sebelumnya, Boy memang sudah memberi tahu, kalau Terowongan Pelita ini termasuk satu diantara 10 proyek strategis pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Batam, tahun 2019. Perbaikan dilakukan, menyusul ada rembesan air di sana.
Sehingga membuat terowongan yang dibangun sekitar tahun 2007 itu, perlu diperbaiki.
"Strukturnya masih sangat aman, sekitar 90 persen lebih. Tapi kalau dibiarkan terus, tak diperbaiki, kekuatan strukturnya bisa hilang," ujar Boy, beberapa waktu lalu.
 
Hal ini juga berpengaruh pada umur terowongan. Sementara, terowongan ini disiapkan untuk umur 100 tahun. Jika perbaikan tak dilakukan, ketahanannya tak sampai seperti umur kajian awal.
Untuk perbaikan ini, BP Batam mendapat bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Nilai pagu anggarannya Rp 6,4 miliar. (tribunbatam.id/leo halawa) 
Penulis: Leo Halawa
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved