Yakinkan Nelayan, Kock Meng Beli Kelong Sebelum OTT Nurdin Basirun, Ini Cerita Ketua RT

Jauh hari sebelum resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (11/9/2019) sore, sosok Kock Meng ternyata telah mempersiapkan dengan ma

Yakinkan Nelayan, Kock Meng Beli Kelong Sebelum OTT Nurdin Basirun, Ini Cerita Ketua RT
Tribunbatam.id/Dipa Nusantara
Kock Meng Saat Berada di Ruangan KPK, Ia resmi ditahan oleh KPK 

Mulanya, Kock Meng dan Abu Bakar mengajukan terlebih dahulu izin pemanfaatan ruang laut terhadap Nurdin Basirun akibat dalam melaksanakan reklamasi memelukan izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi.

Namun, karena Perda RZWP3K Provinsi Kepri masih dibahas dan belum diterbitkan, maka izin itu pun juga belum dapat dikeluarkan.

Bahkan terungkap, Kock Meng bersama Abu Bakar telah mengajukan sebanyak tiga kali terkait pengajuan izin prinsip pemanfaatan ruang laut di Tanjung Piayu, Kota Batam, kepada Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdin Basirun.

Izin itu diperuntukan oleh Kock Meng untuk membangun kawasan resort megah di sekitar perairan Tanjung Piayu, Kota Batam.

Tercatat, dari tiga kali pengajuan itu, luas lahan reklamasi sendiri sebagai berikut :

1. Bulan Oktober 2018, untuk rencana proyek reklamasi pembangunan resort yang bersangkutan mengajukan seluas 5 hektar,

2. Bulan April 2019, yang bersangkutan kembali mengajuan untuk proyek reklamasi seluas 1,2 hektar,

3. Bulan Mei 2019, kembaki mengajukan untuk perluasan lahan membangun resort seluas 10,2 hektar.

Diketahui pula, ketiga pengajuan izin itu pun telah diterbitkan dengan taksiran total lahan seluas 10,2 hektar.

Sebagai imbalannya, Kock Meng dan Abu Bakar pun memberikan uang kepada tersangka Nurdin Basirun, Edy Sofyan, dan Budi Hartono sejumlah uang sebanyak dua kali sebagai imbalan terhadap penerbitan izin prinsip sebanyak Rp 45 juta dan SGD 6.000 pada bulan Mei 2019.

Sementara itu, imbalan berupa uang lainnta juga diberikan untuk pengurusan data dukung syarat reklamasi pada bulan Juli 2019 sebesar SGD 6.000.

Atas dasar ini, KPK pun menahan Kock Meng di rumah tahanan (rutan) KPK Cabang C1, Jakarta, untuk 20 hari pertama terhitung mulai 11 September 2019..(tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved