Diduga Cabuli Belasan Santri Putri, Pimpinan Pondok Pesantren Ditangkap Polisi, Ini Kronolginya

Pimpinan pondok pesantren yang berinisial T tersebut diduga melakukan aksi pada 18 Agustus 2019 saat tengah malam.

Diduga Cabuli Belasan Santri Putri, Pimpinan Pondok Pesantren Ditangkap Polisi, Ini Kronolginya
KOMPAS.com/Devina Halim
Dalam kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur 

TRIBUNBATAM.id - Belasan santri putri atau anak di bawah umur di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, diduga menjadi korban pencabulan pimpinan pondok inisial T alias TAM (54).

Awalnya hanya 5 orang yang berani melaporkan kasus ini kepada orangtua mereka.

Para orangtua kemudian melaporkan dugaan pencabulan pimpinan pesantren ke kantor polisi pada 22 Agustus 2019.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Boalemo Iptu R Lahmudin mengatakan, diduga masih ada korban lain yang belum melapor ke kepolisian.

Pimpinan pondok pesantren yang berinisial T tersebut diduga melakukan aksi pada 18 Agustus 2019 saat tengah malam.

Kakek ini Tega Cabuli Cucu Sendiri, Perilakunya Terbongkar saat Korban Melahirkan Anak

Pasang CCTV hingga Gelar Psikotes, Ini Deretan Langkah Cegah Terulangnya Aksi Cabul di Sekolah

Sebelum Cabuli Siswanya, Oknum Guru SD di Batam Diduga Kerap Nonton Film Panas

Guru Cabul di Batam Ini Nonton Film Hot Sebelum Lakukan Pencabulan Pada Muridnya

Menurut polisi, awalnya T mendengar suara ribut-ribut di asrama putri, padahal saat itu sudah memasuki jam istirahat.

T mencurigai ada laki-laki di dalam kamar.

Selanjutnya, pada saat itu juga setiap santri putri dipanggil ke ruangan untuk ditanyai pengalaman pribadi saat pacaran.

“Karena ada dugaan dari T di kamar terdapat lelaki, satu per satu santri dipanggil, ditanyai apakah pernah pacaran, apakah pernah dipegang-pegang oleh pacarnya, sambil T memegang bagian tubuh santrinya,” kata Lahmudin, Jumat (13/9/2019).

Atas laporan para santri putri ini, T kemudian digelandang ke Mapolres Boalemo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Lima orangtua santriwati langsung mendatangi Polres Boalemo untuk melaporkan kasus dugaan pencabulan tersebut. Kami masih menunggu korban lain untuk melapor agar segera ditindaklanjuti," ujar Lahmudin.

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved