Titik Reklamasi di Kepri Tak Jelas, KNTI Bintan Catat 9 Titik Masih Aktif

Kasus suap dan gratifikasi Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdin Basirun, kembali mendapatkan perhatian beberapa pihak.

Titik Reklamasi di Kepri Tak Jelas, KNTI Bintan Catat 9 Titik Masih Aktif
Istimewa
Penyegelan alat berat di lokasi reklamasi di Batam 

Titik Reklamasi di Kepri Tak Jelas, KNTI Bintan Catat 9 Titik Masih Aktif

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus suap dan gratifikasi Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdin Basirun, kembali mendapatkan perhatian beberapa pihak.

Apalagi, setelah penetepan penahanan salah satu pengusaha asal Batam, Kock Meng, oleh Komisi Antirasuah (Komisi Pemberantasan Korupsi) belum lama ini.

Akibat proyek reklamasi di Tanjung Piayu, Sei Beduk, Kota Batam, Kock Meng pun ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam penyuapan Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri saat itu untuk memuluskan penerbitam izin prinsip pemanfaatan ruang laut di lahan miliknya.

Terungkap! Lahan Kock Meng Masuk Titik Kampung Tua, Pemerintah Tak Mau Ambil Resiko

Kasus ini juga memunculkan perdebatan terkait titik reklamasi di Provinsi Kepri sendiri.

Menyikapi ini, Ketua Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan, Buyung, pun ikut berikan komentarnya.

Menurutnya, titik-titik reklamasi di Kepri sendiri hingga saat ini belum jelas.

"Untuk titik reklamasi di Kepri sendiri masih belum jelas, karena ranperda RZWP3K saja masih di pansus. Artinya kalau memang ada, itu menyalahi aturan," tegasnya via telepon, Minggu (15/9/2019) sore.

Selain itu, ia pun menyebut, sejauh ini pihaknya mencatat terdapat sekitar 9 hingga 10 titik reklamasi di beberapa daerah yang masih aktif.

"Ada sekitar itu, di Bintan ada dua titik, di Batam ada dua titik, dan di Tanjung Pinang ada dua titik. Selebihnya ada lagi," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved