BATAM TERKINI

Menko Darmin Sindir Mahalnya Ongkos Kontainer di Batam

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, menyindir mahalnya ongkos pengiriman logistik di kota kawasan industri khusus, Batam, Kepulauan Riau

Menko Darmin Sindir Mahalnya Ongkos Kontainer di Batam
Tribun Batam/Argianto
Ilustrasi Pengiriman Kontainer Barang dari Batam ke Singapura Tinggi 

Menko Darmin Sindir Mahalnya Ongkos Kontainer di Batam, Isyarat Ex-Officio?

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Dalam sebuah seminar logistik dan angkutan laut di Jakarta, Sabtu (14/9), Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, menyindir mahalnya ongkos pengiriman logistik di kota kawasan industri khusus, Batam, Kepulauan Riau.

"Sekarang logistik kita mahal, satu kontainer dari Batam ke Singapura sama mahalnya dari Singapura barangkali ke Jepang," ujar Darmin yang juga Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dalam Konfrensi Harhubnas 2019 bertema 'Merajut Nusantara, Membangun Bangsa', merupakan salah satu rangkaian Indotrans Expo 2019, JCC Senayan Jakarta, 13-15 September 2019.

Sindiran Darmin soal perlunya upaya keras menurunkan biaya logistik di Indonesia.

Dilansir situs resmi Kemenhub, Minggu (15/9), Darmin mencontohkan kondisi terkini ekonomi Batam dan negeri ini.

Sindiran ini bertepatan momentum jadwal ‘pengumuman’ pemerintah pusat, dalam hal ini KPBPB Batam, perihal apakah posisi Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam akan dirangkap (ex officio) Wali Kota.

Saat lawatan resmi ke Batam, 14 Agustus 2019 lalu, Darmin menyebutkan segera merevisi PP No 46 Tahun 2007 tentang KPBPB Batam ini akan terbit paling tidak dua pekan dari pertengah Agustus 2019 lalu.

"Peraturan Pemerintah atau PP-nya akan keluar dalam satu atau dua minggu ini," kata Darmin, saat meresmikan MRO Lion Group di Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu (14/8/2019) lalu.

Soal poin penting di revisi PP itu, selain penegasan Wali Kota ex officio Kepala BP Batam, Darmin bilang ada beberapa hal lain. "Wakil kepala akan ada," ujar Darmin.

Di bagian lain seminar yang juga dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya, Menko membandingkan biaya logistik di Indonesia masih mahal dibandingkan dengan berbagai negara yang ada di Asia Tenggara.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menilai perlunya upaya mengoptimalkan transportasi untuk mendukung arus barang dari satu lokasi ke lokasi lain.

Dia berkeyakinan, biaya logistik yang mahal menjadi salah satu penghambat pencapaian pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Darmin meminta agar Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan mendorong pengunaan transportasi yang lebih efisien untuk pengiriman barang. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved