ANAMBAS TERKINI

Akses Air Bersih Terbatas, Warga Anambas Terpaksa Mandi dan Angkut Air di Pemandian Umum

Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas Kepri mulai mengeluhkan susahnya mendapatkan air bersih terutama warga yang tinggal di area bukit.

Akses Air Bersih Terbatas, Warga Anambas Terpaksa Mandi dan Angkut Air di Pemandian Umum
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
warga yang tinggal di Dusun, Tarempa Pesisir Timur harus mandi di tempat pemandian yang telah disediakan. 

Air Masih Sulit Didapatkan, Warga Beralih Mandi Di Tempat Umum

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas Kepri mulai mengeluhkan susahnya mendapatkan air bersih terutama warga yang tinggal di area bukit yang tak mendapatkan akses air bersih hingga rumah mereka.

Alhasil, beberapa warga yang tinggal di Dusun, Tarempa Pesisir Timur harus mandi di tempat pemandian yang telah disediakan.

Tempat pemandian ini terletak di Teluk Mabai, Dusun dan lokasinya menjorok ke dalam hutan.

Area itu sudah tersedia tangki air yang bisa digunakan warga untuk mandi.

Salah satu warga Dusun mengaku, selama beberapa minggu memang selalu mandi di tempat pemandian ini, karena air yang semakin sulit didapatkan.

Ustadz Abdul Somad (UAS) Bakal Ceramah di 3 Kecamatan di Anambas, Cek Jadwal dan Lokasinya

Hadapi Ancaman Kabut Asap Pekat, Puskesmas di Anambas dan Polisi Mulai Bagi-bagi Masker

"Iye tiap hari mandi di sini, kalau mau sekolah jam 6 kadang udah mandi," ujar Meli kepada tribunbatam.id pada Selasa (17/9/2019).

Selain itu, warga tidak hanya mandi saja, namun juga menampung air menggunakan jeriken untuk persediaan di rumah.

Biasanya masyarakat menampung air sekitar siang hari dan malam hari.

Niar, salah satu warga jalan Raden Saleh, menampung air saat malam, sedangkan untuk mandi ia menggunakan air sumur yang sedikit berminyak.

Untuk memasak air dan makanan, Niar akan menggunakan air yang ia tampung karena berasal dari gunung dan bersih.

"Kalau untuk masak nasi saya pakai air galon kadang, untuk mandi baru pakai air sumur, karena airnya payau dan sedikit berminyak," tutur Niar.

Susahnya air pun menjadi kendala bagi Niar untuk berjualan.

Niar yang menyambi sebagai penjual lauk siap saji juga merasa sulit untuk berjualan.

"Kadang kasian juga sama penjual yang lain, air susah gini macam mane nak jualan, orang-orang dah banyak yang beli lauk daripade masak sorang," ucap Niar. (tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved