Selama Operasi Patuh Seligi di Kabupaten Bintan, Sebanyak 314 Pengendara Terjaring Razia

Kepolisian Resor(Polres) Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 314 pengendara yang terjaring razia selama 14 hari dilaksanakan Operasi Patuh Seligi 2019.

Selama Operasi Patuh Seligi di Kabupaten Bintan, Sebanyak 314 Pengendara Terjaring Razia
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 314 pengendara yang terjaring razia selama 14 hari dilaksanakan Operasi Patuh Seligi 2019. 

Selama Operasi Patuh Seligi di Kabupaten Bintan, Sebanyak 314 Pengendara Terjaring Razia

TRIBUNBINTAN.com,BINTAN - Kepolisian Resor(Polres) Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 314 pengendara yang terjaring razia selama 14 hari dilaksanakan Operasi Patuh Seligi 2019.

Kasat Lantas Polres Bintan, AKP Cut Putri Amelia Sari menyampaikan, selama pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2019 mulai 28 Agustus sampai 11 September 2019, pihaknya mencatat 314 pelanggaran baik dari pengendara roda dua maupun roda empat.

"Dari jumlah pelanggaran tersebut, 203 pelanggaran diberikan tindakan tilang sedangkan 111 pelanggaran diberikan tindakan teguran," tutur Cut, Sabtu (14/9/2019).

Cut menuturkan, dalam operasi Patuh Seligi 2019, pelanggaran terbesar dari data yang ada merupakan pengendara sepeda motor.

Di mana 110 pelanggaran karena tidak membawa atau memiliki surat-surat kelengkapan berkendara, yakni SIM dan STNK.

Sedangkan pelanggaran lainnya karena tidak menggunakan helm sebanyak 36 pelanggaran, melawan arus 9 pelanggaran.

"Di samping itu ada juga 2 pelanggaran menggunakan handphone saat berkendara serta 2 pelanggaran berkendara di bawah umur," ujarnya.

Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 314 pengendara yang terjaring razia selama 14 hari dilaksanakan Operasi Patuh Seligi 2019.
Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 314 pengendara yang terjaring razia selama 14 hari dilaksanakan Operasi Patuh Seligi 2019. (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Lanjutnya, untuk pelanggaran roda empat dan kendaraan khusus, yakni tidak membawa surat-surat kelengkapan berkendara sebanyak 30 pelanggaran.

Berikutnya, tidak menggunakan safety belt 5 pelanggaran, berkendara di bawah umur 2 pelanggaran, berkendara di bawah pengaruh alkohol 1 pelanggaran.

"Ada juga berkendara melebihi batas kecepatan 2 pelanggaran dan melawan arus 4 pelanggaran," ucapnya.

Cut juga menambahkan, meski Operasi Patuh Seligi 2019 telah berakhir dengan lancar dan aman, Rabu (11/9/2019) lalu, ia pun mengimbau masyarakat agat tetap mematuhi tata tertib berlalu lintas.

Jangan saat dilakukan razia baru mematuhi tata tertib berlalu lintas.

Sebab mematuhi aturan berlalu lintas juga untuk keselamatan pengendara sendiri dan pengendara lainya, agar sampai tujuan dan berjumpa kepada keluarga.

"Nah maka dari itu saya mengajak warga Bintan untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Bintan," tutupnya. (als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved