Akui Adanya Kebocoran Data Pribadi Penumpang, Begini Kata Maskapai Milik Lion Air Group

Malindo Air, member dari Lion Air Group buka suara seputar kabar data penumpang yang bocor.

Akui Adanya Kebocoran Data Pribadi Penumpang, Begini Kata Maskapai Milik Lion Air Group
Malindo Air
Malindo Air 

TRIBUNBATAM.id - Malindo Air, member dari Lion Air Group buka suara seputar kabar data penumpang yang bocor.

Malindo Air mengakui kemungkinan sejumlah data pribadi penumpang disimpan (hosted on) di lingkungan berbasis telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Dia melanjurkan, Malindo Air bekerja sama dengan konsultan cybercrime  independen, melaporkan kejadian ini dan untuk proses penyelidikan.

"Malindo Air sudah mengambil dan melakukan langkah-langkah tepat dalam memastikan agar data penumpang tidak terganggu, sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010 (Malaysian Personal Data Protection Act 2010)," jelasnya.

Dalam kaitan tersebut, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server.

Naik Rp 4.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 757.000 Per Gram

Begini Harapan Daihatsu Saat Pajak LCGC Naik

 

Perseroan juga mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI - Data Security Standard/ DSS).

Malindo Air dalam menjalankan bisnis dan operasional patuh terhadap semua aturan, kebijakan, ketentuan dari berbagai otoritas baik lokal maupun luar negeri (internasional) termasuk CyberSecurity Malaysia.

 Untuk tindakan pencegahan, maskapai mengimbau dan menyarankan kepada seluruh penumpang atau pelanggan yang memiliki akun Malindo Miles segera mengubah kata sandi (to change their passwords) jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online.

"Malindo Air akan terus memberikan keterangan lebih lanjut melalui website, seluler(mobile) dan media sosial," kata dia.

 Sebelumnya, puluhan juta rekam data penumpang dari maskapai di bawah Lion Air Group disinyalir bocor dan beredar di forum pertukaran data selama setidaknya satu bulan terakhir.

Bleepingcomputer.com memberitakan, informasi tersebut tersimpan dalam di bucket Amazon.

Data-data yang bocor tersebut termasuk nama penumpang dan nomor reservasi, alamat, nomor telepon, alamat email, tanggal lahir, nomor handphone, nomor paspor hingga tanggal kadaluarsa paspor.


Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved